Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Diramal Kembali Turun

Penurunan bunga kredit tidak akan simetris dengan besaran penurunan suku bunga acuan. Bak Indonesia diperkirakan melakukan penurunan bunga acuan dua hingga tiga kali tahun ini.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  13:35 WIB
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diyakini masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan hingga akhir 2020.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai bank sentral masih memiliki sejumlah instrumen yang dapat digunakan untuk melonggarkan likuiditas perbankan. Peran pemerintah menjaga inflasi tetap stabil rendah juga menjadi stimulus tambahan untuk Bank Indonesia menurunkan suku bunga.

“Pada 2020 diperkirakan Bank Indonesia akan melanjutkan penurunan suku bunga acuan dan melonggarkan likuiditas,” kata Piter ketika dihubungi Selasa (4/2/2020).

Piter menyebutkan penurunan suku bunga dapat dilakukan dua hingga tiga kali oleh Bank Indonesia pada tahun ini. Dengan tingkat penurunan ini maka suku bunga acuan pada akhir tahun diperkirakan menjadi 4,25 - 4,5 persen.

Menurutnya, penurunan suku bunga acuan akan direspon industri dengan menurunkan bunga kredit dan bunga deposito untuk memenangkan persaingan. Meski begitu, bunga kredit yang diturunkan tidak akan simetris dengan besaran suku bunga acuan maupun bunga dana pihak ketiga (DPK) yang diturunkan.

"Penurunan suku bunga kredit akan lebih lambat," katanya.

Rapat dewan gubenur Bank Indonesia Januari 2020 menetapkan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate tetap sebesar 5 persen. Nilai ini telah dipertahankan selama 4 bulan terakhir.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengaku belum bisa memprediksi terkait kemungkinan penurunan suku bunga pada tahun ini.

Menurutnya, penurunan suku bunga BCA akan mempertimbangkan kondisi yang terjadi pada Bank Sentral Amerika Serikat The Fed. Penurunan suku bunga The Fed juga akan mempengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia. Hal itu akan menjadi acuan BCA untuk melakukan kebijakan.

Selain itu, menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi penurunan suku bunga BCA dan hal tersebut tidak bisa diprediksi. BCA akan mempertimbangkan kondisi likuiditas dalam memutuskan penurunan suku bunga. 

"Kita tidak prediksi dari sekarang kelamaan, lihat kenyataan saja kalau Fed turun atau stabil, lihat BI turun atau tidak baru kita ikut. Kalau dana kebanyakan bisa saja turun bunga kalau dana kurang bisa saja malah naik tergantung situasi dan kondisi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top