Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gagal Paham Produk Asuransi, AAJI Minta Dukungan Menteri Nadiem. Loh?

Upaya sosialisasi akan manfaat dan perlindungan yang diberikan asuransi termasuk kemungkinan gagal bayar perlu diajarkan melalui lembaga pendidikan formal.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  18:49 WIB
ilustrasi - Peserta mengikuti permainan literasi keuangan dengan board games di acara final FWD Olympic 2017 di Jakarta, Kamis (23/11). - JIBI/Abdullah Azzam
ilustrasi - Peserta mengikuti permainan literasi keuangan dengan board games di acara final FWD Olympic 2017 di Jakarta, Kamis (23/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Asosasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan literasi asuransi di Indonesia.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebutkan tingkat penetrasi asuransi masih rendah di Indonesia. data Otoritas Jasa Keuangan, penetrasi sektor asuransi di Indonesia pada 2018 hanya sebesar 3,01 persen. 

"Untuk meningkatkannya, perlu program literasi dan inklusi asuransi yang masif dengan masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Mulai jenjang sekolah dasar sampai lanjutan," kata Togar, Selasa (4/2/2020).

Dia berharap Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dapat memberikan ruang bagi asuransi untuk masuk dan diajarkan di sekolah-sekolah. Bahkan menurutnya materi asuransi bukan hanya sebatas mata pelajaran tambahan atau pilihan, tetapi menjadi pelajaran wajib di tiap tingkatan sekolah.

Dengan langkah literasi yang sistematis dan berkelanjutan tersebut, pihaknya meyakini pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya berasuransi akan meningkat.

"Agar kedepan masyarakat Indonesia jadi melek asuransi, dan tidak mudah dibohongi," ujarnya.

Sejumlah kasus gagal bayar yang terjadi di industri asuransi dalam beberapa tahun terakhir membuat kepercayaan masyarakat rendah terhadap industri ini. Nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera telah menunggu lebih dari satu tahun terakhir agar uang polis yang disetor dikembalikan perusahaan. Sementara itu asuransi yang dimiliki negara PT Asuransi Jiwa Jiwasraya.

Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator bersama industri telah menggelontorkan anggaran yang besar setiap tahunnya untuk peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terkait asuransi. Meski begitu, statistik menunjukan tidak terjadi peningkatan yang signifikan. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi ojk Nadiem Makarim
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top