Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Jiwasraya, Rencana Tambah Modal Asuransi Dinilai Baik

Mencuatnya kasus Jiwasraya membuat Otoritas Jasa Keuangan mewacanakan kembali peningkatan modal disetor ke perusahaan asuransi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  06:47 WIB
Hotbonar Sinaga - Istimewa
Hotbonar Sinaga - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan merencanakan meningkatan ketentuan modal minimal perusahaan asuransi pasca mencuatnya kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwa Jiwasraya, penundaan bayar Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera serta rugi investasi PT Asabri (Persero).

Peningkatan modal disetor ini diharapkan memberikan perusahaan kemampuan melunasi uang nasabah maupun memberi ruang perusahaan asuransi melakukan ekspansi bisnis.

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (Stimra) Hotbonar Sinaga menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan langkah yang tepat, khususnya bagi industri asuransi umum karena dapat memperbesar retensi sendiri. Hal tersebut menurutnya akan meminimalkan reasuransi ke luar negeri dan mencegah larinya devisa.

"Selama ini neraca pembayaran sektor asuransi masih defisit dan upaya meningkatkan modal setor diharapkan akan memperkecil defisit, bertahap tetapi pasti. Itu harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan asuransi, terutama yang lokal untuk setor tambahan modal," ujar Hotbonar kepada Bisnis, Rabu (5/2/2020).

Dia menjelaskan bahwa dalam kondisi perekonomian yang relatif tidak pasti seperti saat ini, peningkatan syarat modal minimal perlu dilakukan secara bertahap. Menurutnya, perlu masa transisi sebelum kebijakan diimplementasikan sehingga perusahaan lokal dapat memenuhi peningkatan modal.

"Ini juga terkait dengan upaya perbaikan peningkatan risk based capital [RBC] menjadi di atas 120%, sehingga asuransi menjadi lebih sehat dan punya kemampuan untuk membayar setiap kewajiban," ujar dia.

Hotbonar pun menilai bahwa pemegang saham perusahaan-perusahaan asuransi lokal kerap memiliki keterbatasan untuk menyuntikkan modal. Oleh karena itu, dia menyarankan perusahaan-perusahaan tersebut untuk bergabung (merger).

"Sehingga hanya yang serius saja yang akan membuat perusahaan asuransi baru [sesuai ketentuan modal minimal yang akan berlaku]," ujar dia.

Kepala Pengawasan Departemen IKNB 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Nasrullah menjelaskan bahwa rencana peningkatan batas modal minimal masih berada dalam kajian. Meskipun begitu, otoritas akan melaksanakannya sebagai bagian dari reformasi IKNB.

Dia menjabarkan bahwa ketentuan tersebut akan dituangkan dalam Peraturan OJK (POJK). Perusahaan asuransi baru akan langsung dikenakan peraturan tersebut, sedangkan perusahaan eksisting akan meningkatkan modalnya secara bertahap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi jiwa
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top