Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Artajasa Janjikan Kemudahan Infrastruktur bagi Bisnis Keuangan  

Data di 14 negara maju, biaya sistem pembayaran berkisar 1 persen hingga 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  15:02 WIB
ilustrasi
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk. (Artajasa) menyatakan komitmen dalam menyediakan solusi dan infrastruktur sistem pembayaran di Tanah Air.

Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena mengatakan sebagai perusahaan yang terlibat dalam sistem pembayaran, Artajasa selama 20 tahun ini telah berperan dalam melakukan switching dan penyedia jasa pembayaran. "Artajasa dalam usianya yang ke-20 di pada Februari 2020 ini, telah memainkan peran sebagai katalis dalam peralihan sistem pembayaran dengan menyediakan jasa pembayaran elektronis dan switching yang memungkinkan transaksi elektronik terjadi dengan akurat, cepat, dan aman," katanya dalam acara Seminar Nasional Peran Transaksi Elektronis terhadap Perekonomian Indonesia, Selasa (11/2/2020).

Bayu memaparkan, berdasarkan data di 14 negara maju, biaya sistem pembayaran berkisar 1 persen hingga 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun untuk Indonesia yang memiliki karakteristik negara kepulauan serta infrastruktur yang belum ideal maka estimasi biaya transaksi dari sistem pembayaran melampaui angka benchmark tersebut.

Nasabah juga masih harus menanggung biaya transaksi jika menggunakan uang tunai. Untuk itu sejumlah terobosan dibutuhkan termasuk mengalihkan bentuk-bentuk pembayaran tunai ke dalam jaringan.

"Dengan kata lain, peningkatan penggunaan pembayaran elektronik akan berakibat pada turunnya biaya transaksi sehingga perekonomian akan efisien. Peningkatan transaksi elektronik akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta menurunkan menjaga inflasi tetap rendah," jelasnya.

Selain itu, kata Bayu, peningkatkan layanan kepada nasabah mendukung digitalisasi penuh layanan perbankan. Dengan model ini  memungkinkan perbankkan meningkatkan pendapatan mulai fee based income hingga pendapatanan bunga. Bayu menyebut keberadaan Artajasa juga memungkinkan perusahaan teknologi finansial (tekfin) memberikan opsi layanan pembayaran lebih banyak dan interkoneksi dengan bank-bank di Indonesia. Sistem yang disediakan perusahaan dapat memberikan pengalaman bagi user pengguna mereka.

"Eksekutif bank swasta dan syariah juga memandang Artajasa sebagai partner dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia," tuturnya.

Bayu menambahkan perseroan terus melakukan inovasi. Lompatan digitalisasi yang terjadi di Tanah Air membuat perusahaan turut serta berpacu menyiapkan infrastruktur yang kuat. Termasuk mendukung remitansi dari luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

artajasa
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top