Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Bayangi Perbankan, PSAK 71 Berikan Beban Tambahan

Dalam PSAK 71 potensi kredit bermasalah harus diberikan penambahan beban cadangan kerugian.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  23:55 WIB
ilustrasi - Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
ilustrasi - Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis,com, JAKARTA - Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menyampaikan potensi peningkatan beban pencadangan di sektor pariwisata cukup besar, seiring wabah virus Corona pada pembukaan tahun ini.

Senior Faculty LPPI Lando Simatupang menyebutkan aturan PSAK 71 cukup ketat dan memperhitungkan proyeksi ekonomi di setiap sektor. Bahkan sentimen negatif seperti Corona mampu membuat beban pencadangan semakin tinggi, dan menggerus laba bank dari sektor ini.

"Besaran pencadangan tergantung dari model bank masing-masing, tetapi potensi peningkatan pencadangan itu ada berdasarkan prospek. Ini juga bisa menurunkan laba ke depan," kata lando, Selasa (11/2/2020)

Dia menjelaskan, beberapa bank di kawasan pariwisata telah mendapat non-performing loan yang cukup tinggi sejak tahun lalu, khususnya Bali. Sentimen Negatif ini bahkan hanya memperparah tren negatif ini.

Namun, dia menyebutkan, program pemerintah dalam menggencarkan industri pariwisata dapat memberi dispensasi dari sentmen negatif virus Corona.

"Beban awal tahun ini bisa dijadikan sebagai ongkos belajar. Namun, potensi industri pariwisata cukup baik, termasuk dari wisatawan dalam negeri yang konsumsi leisure cukup kuat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan virus corona
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top