Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Mau Kalah, OJK Siapkan Regulasi Antisipasi Kredit Macet Di Tengah Corona

Kebijakan ini dimaksudkan untuk menekan dampak virus corona di Tanah Air, mengingat beberapa nasabah akan terdampak akibat kebijakan work from home.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  18:40 WIB
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan akan menerbitkan regulasi guna mengantisipasi risiko meningkatkan kredit macet akibat penyebaran virus Corona serta kebijakan kerja dari rumah atau work from home.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB OJK Bambang W. Budiawan menjelaskan kebijakan dimaksud akan segera dikeluarkan.

"Ditunggu saja minggu depan, karena saat ini sedang dibahas dan dirumuskan," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (19/3/2020).

Sebelumnya sejumlah perusahaan pembiayaan sudah memerkirakan bakal terjadi kenaikan kredit macet akibat corona dan kebijakan WFH.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menjelaskan situasi saat ini dinilai masuk dalam kategori kondisi luar biasa. "Kalaupun NPF naik itu harus kami hadapi, dan kalau kondisi kembali normal kami yakin pasti bisa diturunkan lagi," ujarnya.

Dia menyebut angka nonperforming finance BCA Finance tahun lalu sebesar 1,4%, dan tahun ini ditargetkan besarannya bisa bertahan di posisi yang sama.

Sementara itu Direktur Utama Buana Finance Yannuar Alin menjelaskan kebijakan WFH memang akan berdampak pada kualitas kredit perseroan.

"Hal ini pasti berdampak [kualitas kredit], Buana Finance sampai saat ini bagian collection [penagihan] belum diberlakukan WFH untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet," ujarnya.

Dia juga menyebutkan bila ada kebijakan terkait dari OJK berupa relaksasi kolektabilitas, pihaknya akan mempertimbangkan hal tersebut untuk dijalankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top