Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CIMB Niaga Finance Klaim Sanggup Hadapi Kondisi Terburuk Akibat Corona

Perseroan menilai postur keuangan masih cukup sehat saat ini.
Direktur CIMB Niaga Finance (dari kiri-kanan) Antonius Herdaru (Chief of Credit & Risk), Danis V Bimawan (Collection & Recovery Director), Ristiawan (President Director), M Imron Rosyadi Nur (Finance & Strategy director), dan Kurniawan Kartawinata (Sales & Acquisition Director) setelah peluncuran logo baru perusahaan di Jakarta, Senin (9/3/2020) / Bisnis - Arif Gunawan
Direktur CIMB Niaga Finance (dari kiri-kanan) Antonius Herdaru (Chief of Credit & Risk), Danis V Bimawan (Collection & Recovery Director), Ristiawan (President Director), M Imron Rosyadi Nur (Finance & Strategy director), dan Kurniawan Kartawinata (Sales & Acquisition Director) setelah peluncuran logo baru perusahaan di Jakarta, Senin (9/3/2020) / Bisnis - Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) menyatakan pihaknya memiliki postur keuangan yang cukup sehat saat ini, sehingga masih sanggup menghadapi kondisi terburuk dari dampak virus corona (COVID-19).

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman menjelaskan kondisi keuangan yang baik itu harus didukung dengan kedisiplinan para nasabah yang tidak terdampak untuk membayarkan kewajibannya.

"Postur keuangan kami masih cukup sehat sekarang ini. Jadi, masih sanggup untuk menahan kondisi terburuk dari dampak Corona, asalkan yang tidak terdampak dapat melakukan pembayaran cicilan sesuai kontrak yang sudah disepakati bersama," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/4/2020).

Dia menjelaskan pihaknya saat ini terus melakukan upaya antisipasi meningkatnya porsi kredit macet atau non-performing financing, setelah berjalannya program relaksasi kredit hingga 1 tahun ke depan yang telah ditetapkan pemerintah.

Di antaranya, yaitu dengan tetap melakukan komunikasi yang intensif dengan nasabah yang telah diberikan relaksasi, dan tetap melakukan pencairan kredit baru dengan pengetatan kriteria terhadap debitur tersebut.

Kemudian langkah berikutnya akan diterapkan saldo pencadangan dengan melihat pergerakan portofolio bisnis ke depannya.

"Mungkin 1 sampai 2 bulan setelah program relaksasi ini selesai, baru kami bisa tentukan [nilai pencadangannya]," ujarnya.

Adapun, kinerja CNAF pada 2019 lalu telah menyalurkan total pembiayaan dengan nilai hampir Rp4 triliun. Laba bersih yang telah diaudit mencapai Rp219 miliar untuk periode keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2019, atau naik 26,5 persen year on year.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper