Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LPS: Sistem Keuangan Kondisi Normal, Tapi Waspada

Lembaga Penjamin Simpanan menegaskan stabilitas sistem keuangan masih dalam kondisi yang terkendali tapi indikator yang dipantau sudah masuk kategori normal dan waspada.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 09 April 2020  |  13:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan menegaskan stabilitas sistem keuangan masih dalam kondisi yang terkendali tapi indikator yang dipantau sudah masuk kategori normal dan waspada.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (9/4/2020).

“Stabilitas sistem keuangan berdasarkan indikator yang kami pantau seperti pergerakan dana pihak ketiga (DPK), tingkat bunga, pergerakan simpanan dan potensi penarikan uang besar, kondisinya masih terkendali dalam konteks indikator-indikator sudah masuk wilayah normal dan waspada,” kata Halim.

Dia menuturkan secara khusus untuk bank umum kegiatan usaha (BUKU) I  yang bermodal inti di bawah Rp1 triliun, sempat mengalami tekanan pada bulan Maret 2020.

Namun, kondisi bank kecil tersebut sudah mulai mengalami perbaikan setelah Bank Indonesia mengambil kebijakan untuk menjaga kecukupan likuiditas, seperti penurunan giro wajib minimum (GWM) serta menaikkan operasi pasar terbuka.

“Sehingga bank-bank saat ini cenderung tidak banyak alami kesulitan likuiditas. Diharapkan kebutuhan likuiditas di bank-bank dan masyarakat tidak terganggu. Ini tergantung bagaimana kebijakan BI dalam  membantu kecukupan likuiditas,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lps covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top