Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA Tak Pernah Rilis Obligasi. Ini Alasannya

Masyarakat dinilai tetap menempatkan dananya di Bank BCA, dalam bentuk tabungan, deposito, maupun giro
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 April 2020  |  21:26 WIB
Nasabah melalukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Jakarta, Senin (9/7/2018). Bisnis - Nurul Hidayat
Nasabah melalukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Jakarta, Senin (9/7/2018). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. menyatakan selama ini tidak pernah menerbitkan obligasi atau surat utang di pasar modal.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan hingga saat ini himpunan dana masyarakat masih terus bertumbuh, sehingga perseroan tidak berniat untuk menerbitkan obligasi.

Bahkan, masyarakat dinilai tetap menempatkan dananya di Bank BCA, dalam bentuk tabungan, deposito, maupun giro. Menurutnya, selama ini, Bank BCA tidak pernah menerbitkan obligasi karena pendanaan perseroan selalu bersumber dari dana pihak ketiga yang ditempatkan masyarakat.

"Dana murah [masih] meningkat, cuma tidak terlalu besar. Mungkin yang dapat bonus dan THR tetapi tidak jadi jalan-jalan, jadi ditabung," katanya, Senin (27/4/2020).

Berdasarkan laporan bulanan Bank BCA pada Februari 2020, jumlah penempatan DPK dalam bentuk tabungan mencapai Rp352,794 triliun atau naik 11 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Penempatan giro juga mengalami pertumbuhan pada Februari 2020 sebesar 13,55 persen dibandingkan bulan sama tahun lalu menjadi Rp186,809 triliun.

Sementara itu, simpanan berupa deposito tercatat senilai Rp165,28 triliun naik 14,17 persen dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp144,76 triliun.

Menurutnya, peningkatan dana murah juga terjadi karena Bank BCA yang memberikan layanan digital. Sebagai digital bank, penempatan dana murah yakni tabungan dan giro di tengah pembatasan sosial masih bisa diharapkan.

Bank BCA, lanjutnya, akan terus mendorong fungsi intermediasi dengan menyalurkan kredit. Meskipun saat ini permintaan kredit lesu, diyakini dalam waktu mendatang permintaan kredit pasti akan bertumbuh dari sejumlah sektor misalnya kelistrikan, jalan tol, pabrik obat, maupu pabrik vitamin.

"Untuk yang bagus-bagus seperti food, packaging, logistic company bisa diberi kredit," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi bca dpk
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top