Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Wahidin Sebut Minta Bantuan Chairul Tanjung Hingga BNI Selamatkan Bank Banten (BEKS)

Gubernur Banten Wahidin Halim menyebutkan Bank Banten butuh modal sejak lama.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  19:25 WIB
Gedung Bank Banten - bankbanten.co.id
Gedung Bank Banten - bankbanten.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Banten pernah meminta bantuan Bank Mega milik pengusaha Chairul Tanjung hingga Bank Negara Indonesia dalam upaya penyelematan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS)

Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim menyebutkan upaya memasukkan Bank Mega ataupun Bank Negara Indonesia (BNI) disiapkan dengan skema aksi korporasi.

Upaya mencari investor telah dilakukan pemegang saham semenjak 2018. Berdasarkan perhitungan regulator, untuk kembali sehat, Bank Banten mebutuhkan suntikan likuiditas Rp2,9 triliun.

“Tapi ini [memasukkan Mega ataupun BNI) gagal,” kata Wahidin dalam rapat paripurna DPRD Banten, Sabtu (12/7/2020).

Wahidin tidak merinci penyebab kesepakatan korporasi itu gagal. Namun, kondisi itu membuat Bank Banten jatuh dalam pengawasan khusus karena tidak berkembang.

“Bank Banten perlu penambahan modal sejak lama. Sekarang kita tunggu audit,” katanya.

Wahidin menyebutkan setelah Bank Banten jatuh ke dalam kondisi pengawasan khusus, maka pihaknya meminta dukungan dari Presiden Joko Widodo untuk membantu menyelamatkan bank daerah itu.

“Kalau tidak, bank ini dihapus dan ditangani LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BEKS Bank Banten
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top