Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

35 Persen Masyarakat Khawatir Terinfeksi Covid-19

Tren penyebaran kasus Covid-19 terus meningkat bahkan angkanya sudah menembus 80.000 kasus.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  14:17 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA – Seiring ditetapkannya masa transisi menuju adaptasi kebiasaan baru, masyarakat mulai kembali beraktivitas di luar rumah.

Perkantoran mulai beroperasi dengan 50 persen kapasitas, begitu pun dengan sarana umum seperti mal, restoran, Transportasi umum TransJakarta, MRT, Ojek Online kembali beroperasi. Masyarakat juga kembali berolahraga di sarana umum.

Namun di sisi lain, tren penyebaran kasus Covid-19 terus meningkat bahkan angkanya sudah menembus 80.000 kasus.

Kondisi ini menunjukkan bahwa saat ini masyarakat tengah dihadapkan dengan risiko tinggi untuk kembali beraktivitas meskipun mereka disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri.

Berdasarkan pada survei yang dilakukan YouGov Omnibus terhadap 2.000 responden pada bulan Juni 2020 terkait persiapan masyarakat menuju fase adaptasi kebiasaan baru, terdapat 35 persen responden yang merasa khawatir karena belum adanya kepastian akan terlindung dari infeksi Covid-19 saat beraktivitas di luar rumah.

Aktivitas di luar rumah yang mendapatkan porsi kekhawatiran terbesar dari responden adalah menggunakan transportasi umum (51 persen). Selanjutnya ketika berkumpul dengan teman (41 persen) dan ketika mengunjungi pasar atau supermarket untuk berbelanja (34 persen).

Kebanyakan dari responden yakni sebesar 41 persen, mengatakan penerapan protokol kesehatan dan kebersihan yang tidak bisa dikontrol menjadi faktor utama pendorong kekhawatiran mereka.

Presiden Direktur AIA, Sainthan Satyamoorthy, mengatakan, dalam kondisi pandemi yang belum usai, masyarakat perlu melakukan persiapan yang lengkap mulai dari menjaga kesehatan mental dan fisik, mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah dan proteksi jiwa serta kesehatan bagi diri sendiri termasuk keluarga tercinta.

Untuk membantu masyarakat Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik, AIA meluncurkan berbagai inovasi mulai dari awal masa pandemi hingga memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Salah satunya AIA 1dapat4 yang memberika perlindungan terhadap masyarakat, baik bagi diri sendiri maupun keluarga sehingga diharapkan dapat membantu beraktivitas dengan tenang.

Program AIA 1dapat4 dirancang untuk memberikan perlindungan kepada keluarga dengan hanya membeli satu polis asuransi untuk produk tertentu maka empat anggota keluarga yang tertera dalam satu Kartu Keluarga (KK) mendapatkan manfaat perlindungan dari risiko Covid-19.

“Program ini menawarkan premi yang sangat terjangkau untuk mendapatkan perlindungan 4 orang sekaligus yakni mulai dari Rp1 juta per bulan selama periode 1 Juli – 30 September 2020,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Jumat (17/7/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aia covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top