Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengapa Sinar Mas Batal Jadi Pemegang Saham CCB Indonesia (MCOR)?

Manajemen Bank China Construction Bank Indonesia menyampaikan komposisi pemegang saham setelah Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dalam rangka HMETD.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  17:48 WIB
Kantor CCB Indonesia - idn.ccb.com
Kantor CCB Indonesia - idn.ccb.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. (MCOR) sudah mengumumkan hasil Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Namun, nama PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), yang digadang-gadang menjadi pembeli siaga, tidak masuk ke dalam daftar pemegang saham baru.

Dalam keterbukaan informasi pada Rabu (22/7/2020), manajemen Bank China Construction Bank Indonesia menyampaikan komposisi pemegang saham setelah Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dalam rangka HMETD. Berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita pada 21 2020, komposisi pemegang saham setelah PUT V mencakup lima pihak.

Pertama, China Construction Bank Corporation dengan jumlah saham 22,75 miliar atau 60 persen. Kedua, Johnny Wiraatmadja sebanyak 3,55 miliar saham atau 9,35 persen. Ketiga, Kiki Hamidjaja memegang 866,48 miliar atau 2,29 persen.

Keempat, UOB Kay Hian Pte. Ltd. sejumlah 3,11 miliar atau 8,2 persen. Kelima, saham publik di bawah 5 persen memegang 7,64 miliar saham atau 20,16 persen. Total saham beredar ialah 37,92 miliar.

"Dengan demikian, China Construction Bank Corporation adalah tetap sebagai pemegang saham mayoritas perseroan," papar manajemen MCOR, dikutip Kamis (23/7/2020).

Dalam keterbukaan informasi pada 17 Juni 2020, MCOR menyebutkan jumlah saham yang diterbitkan dalam rangka rights issue ialah 21,28 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp150. Jumlah dana yang diterima perseroan mencapai Rp3,19 triliun.

CCB Corporation berkomtimen melaksanakan seluruh haknya sebagai pemegang saham utama. Adapun, Sinar Mas Multiartha juga menjadi pembeli siaga.

Dalam prospektus disebutkan apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan tersebut masih terdapat sisa saham baru yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, maka pembeli siaga yaitu PT Sinar Mas Multiartha Tbk, akan membeli seluruh sisa saham yang tidak terjual.

Harga pembelian oleh SMMA selaku pembeli siaga ialah Rp150 per saham, yang seluruhnya akan dibayar tunai paling lambat pada tanggal 20 Juli 2020

"Pelaksanaan HMETD pada 30 Juni - 13 Juli 2020, penyerahan saham hasil HMETD pada 2 Juli - 15 Juli 2020," imbuh MCOR.

Adapun, susunan pemegang saham sebelum HMETD adalah CCB Corporation sebesar 60 persen, Johnny Wiraatmadja 21,32 persen, Kiki Hamidjaya 5,21 persen, dan masyarakat 13,47 persen.

Artinya, UOB Kay Hian Pte. Ltd. yang setelah HMETD memiliki 3,11 miliar atau 8,2 persen saham MCOR, menggantikan posisi SMMA sebagai salah satu pembeli siaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas right issue CCB Indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top