Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terungkap! CEO Jouska Jadi Pemegang Saham Utama Amarta Investa

Berdasarkan dokumen yang diterima Bisnis terungkap bahwa CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno adalah pemegang saham mayoritas di Amarta Investa.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  11:03 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Yayan Indrayana
Ilustrasi - Bisnis/Yayan Indrayana

Bisnis.com, JAKARTA — Founder dan CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno terungkap memiliki saham mayoritas di Amarta Investa.

Berdasarkan dokumen yang diterima Bisnis terungkap bahwa CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno adalah pemegang saham mayoritas di Amarta Investa. Dokumen itu merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sebagai informasi, Amarta Investa Indonesia merupakan pihak ketiga antara Jouska dengan para klien yang berinvestasi pada pasar modal. Amarta Investa bertugas sebagai manajer investasi para klien yang dapat mengeksekusi pembelian sebuah saham.

Menurut dokumen tersebut, Amarta Investa berdiri pada 2 Juni 2017. Dalam beberapa poin maksud dan tujuan yang tertera dalam dokumen itu menyebutkan perusahaan berdiri dengan unit usaha perdagangan, industri pengolahan, transportasi serta informasi dan komunikasi.

CEO Jouska Aakar Abyasa merupakan komisaris di Amarta Investa Indonesia. Pria 36 tahun itu juga menjadi pemegang saham mayoritas sebanyak 216 lembar setara dengan Rp216 juta.

Sementara itu, kolega Aakar yakni Anwar Syarif memiliki 39 saham setara Rp39 juta. Terakhir adalah Direktur Amarta Investa Tias Nugraha yang memiliki 45 saham setara Rp45 juta.

Bisnis kini tengah meminta konfirmasi terkait hal tersebut. Namun, Aakar masih belum membalas pertanyaan. Adapun pada sebelumnya, Aakar mengaku tidak memiliki afiliasi apapun terhadap Amarta Investa Indonesia.

Menurut sumber Bisnis para klien yang awam terhadap industri pasar modal diminta menandatangani kontrak pengelolaan Rekening Dana Investor (RDI) oleh Amarta Investa Indonesia dan Jouska.

Sebelumnya, Aakar menegaskan bahwa perseroan tidak menjalankan peran sebagai manajer investasi (MI). Ruang lingkup pekerjaan adalah sebagai pemberi nasihat dan atau saran terkait perencanaan keuangan.

“Termasuk edukasi investasi pada produk yang secara hukum telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan seperti surat utang maupun saham,” imbuhnya.

Data PT Amarta Investa Indonesia

Nama PerseroanAmarta Investa Indonesia
Nomor SP DataAHU-AH.01.03-0080260
Tanggal SP Data20 Februari 2018

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Amarta Investa Indonesia

NamaJabatanJumlah Lembar SahamTotal (Rp)
Aakar Abyasa FidzunoKomisaris216216.000.000
Anwar Syarif-3939.000.000
Tias Nugraha PutraDirektur4545.000.000

Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik yang diunduh di akun Instagram miliknya, Kamis malam (23/7/2020), Aakar mengungkapkan permintaan maaf kepada klien dan seluruh stakeholders, regulator, dan rekan-rekan di industri keuangan karena telah menimbulkan keresahaan dan kegaduhan.

"Saya mencoba untuk tidak defensif dengan pemberitaan yang ada, tetapi melalui video ini saya ingin mengajak dan mencari jalan tengah, memberikan solusi terbaik untuk semua pihak," ungkap Aakar dalam videonya.

Menurutnya, masalah bisnis seharusnya dapat diselesaikan secara bisnis. "So let's settle," tegasnya.

Aakar menuturkan dirinya percaya dengan prosedur hukum di Tanah Air sehingga dia dan Jouska memutuskan untuk mengambil langkah hukum.

Dalam kesempatan ini, dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan saran kepada dirinya dan tim Jouska untuk berkomitmen memberikan yang terbaik kepada klien.

Jouska tentunya terbuka untuk berkomunikasi secara kondusif terhadap semua pihak yang berkepentingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi perencana keuangan Jouska
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top