Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 8 Faktor yang Buat Kinerja Pegadaian Tetap Positif saat Pandemi

Selama semester I/2020, badan usaha gadai pelat merah ini membukukan total laba bersih sebesar Rp1,5 triliun dan pembiayaan yang tumbuh dua digit atau sebesar 21,3% (year-on-year/yoy) menjadi Rp53,0 triliun dari sebelumnya Rp43,6 triliun. Dari sisi aset juga tercatat naik 22,0% (yoy) dari Rp56,1 triliun menjadi Rp68,4 triliun.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  18:51 WIB
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Pegadaian, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Pegadaian, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang melemah, PT Pegadaian (Persero) mampu membukukan kinerja pembiayaan dan laba yang positif.

Selama semester I/2020, badan usaha gadai pelat merah ini membukukan total laba bersih sebesar Rp1,5 triliun dan pembiayaan yang tumbuh dua digit atau sebesar 21,3% (year-on-year/yoy) menjadi Rp53,0 triliun dari sebelumnya Rp43,6 triliun. Dari sisi aset juga tercatat naik 22,0% (yoy) dari Rp56,1 triliun menjadi Rp68,4 triliun.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menuturkan kinerja positif di tengah pandemi Covid-19 tersebut dipengaruhi oleh setidaknya delapan faktor. 

"Pertama, pembiayaan di pegadaian prosedur standar operasional atau SOP kita itu masih mempertahankan 15 menit langsung cair. Kemudian yang membuat kita tetap survive selanjutnya itu basis nasabah yang luar biasa, 15 juta nasabah per hari. Jadi kita sangat beruntung karena jumlah ini mungkin hanya bisa dikalahkan satu-dua perusahaan keuangan lain," jelasnya dalam paparan kinerja secara daring, Rabu (29/7/2020). 

Ketiga, yakni keuangan yang tetap sehat, sehingga Pegadaian tidak kesulitan dalam mencari pendanaan, melakukan ekspansi, ataupun melakukan investasi.

"Debt to equity ratio [DER] kami hanya 1,8 kali artinya masih bisa meminjam sampai Rp200 triliun lebih kalau mau ekspansi pembiayaan. Jadi masih sangat longgar," ujarnya.

Keempat, produk yang lebih beragam di samping gadai, seperti investasi emas dan produk non-gadai lain. Kelima, jaringan Pegadaian yang luas dengan 4.112 lebih outlet dan 10.385 agen beserta channel-channel e-commerce yang ikut digandeng.

Selain itu, Pegadaian telah memiliki 761 mitra strategis seperti BUMN, BUMD, dan lainnya. Pegadaian pun menjadiakn seluruh karyawan berjumlah 14.154 orang beserta keluarganya sebagai tangan panjang promosi produk-produk Pegadaian. Strategi terakhir, lanjutnya, Pegadaian juga yakni terus melakukan pengembangan sistem teknologi informasi.

Kuswiyoto menjelaskan, untuk mencapai target bisnis Pegadaian di tengah masa transisi selepas pandemi Covid-19, perseroan terus menyusun strategi dengan menetapkan berbagai regulasi keringanan-keringanan kepada nasabah.

Seperti kebijakan penurunan tarif bunga dari 1,2% menjadi 1% per 15 hari untuk roll over kredit gadai, guna membantu nasabah dan menjaga engagement.

"Pegadaian terus melakukan relaksasi dengan perpanjangan masa bebas bunga atau grace period selama 30 hari. Tetapi kami juga punya Gadai Peduli di mana nasabah nantinya dibebaskan bunga untuk pinjaman sampai dengan Rp1 juta selama 3 bulan," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan pegadaian gadai
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top