Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pegadaian Mampu Cetak Untung Rp1,5 Triliun

Dirut Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, perolehan laba bersih perseroan pada semester I/2020 sebesar Rp1,5 triliun, sama seperti pada periode yang sama tahun 2019. Selain itu, penyaluran pinjaman dan tingkat kredit macet atau non-performing loan masih terbilang aman di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  18:40 WIB
Warga menunggu melakukan bertransaksi di Kantor Pegadaian Cabang Senen, Jakarta, Kamis (15/6). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warga menunggu melakukan bertransaksi di Kantor Pegadaian Cabang Senen, Jakarta, Kamis (15/6). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) mencatatkan hasil positif di tengah kondisi perekonomian nasional yang lesu akibat terdampak pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menyampaikan hal tersebut dalam diskusi virtual penyampaian kinerja Pegadaian semester I/2020, Rabu (29/7/2020).

Kuswiyoto menjelaskan meskipun kondisi global kurang bersahabat, sehingga pencapaian laba bersih masih Rp1,5 triliun atau stagnan seperti periode yang sama tahun 2019, namun penyaluran pinjaman dan tingkat kredit macet atau non-performing loan terbilang aman.

Outstanding loan (OSL) per 30 Juni 2020 mencapai Rp53,0 triliun naik 21,3% (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebanyak Rp43,6 triliun, dengan tingkat NPL tercatat 2,37%, atau masih di bawah rata-rata NPL industri keuangan.

"Ini yang menarik itu omzet kita, tahun kemarin per Juni 2019 itu Rp67,7 triliun, pada tahun ini mencapai Rp80,4 triliun atau naik 18,8% [yoy]. Ini sumbangan kita untuk perekonomian nasional. Kita ikut mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN] pemerintah. Jadi kita dorong cabang itu berekspansi karena Pegadaian sangat diharapkan ikut menunjang kehidupan masyarakat," jelasnya.

Dari pinjaman yang disalurkan, sekitar 60% bersifat produktif, sedangkan sisanya atau 40% bersifat konsumtif, dengan jumlah nasabah yang juga tercatat meningkat dari 11,9 juta orang pada semester I/2019 menjadi 15 juta orang pada semester I/2020 atau 26,6% (yoy).

Dari sisi aset, Pegadaian pun mencatatkan aset perusahaan naik 22,0% (yoy) dari Rp56,1 triliun menjadi Rp68,4 triliun akibat kinerja produk gadai sebagai lini bisnis utama.



Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan pegadaian gadai
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top