Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Salurkan Pinjaman ke UMKM, Pegadaian Gandeng P2P Lending

Pegadaian mengembangkan pembiayaan yang akan disalurkan secara digital sebagai upaya untuk ikut menopang gaya hidup normal baru nasabah selepas pandemi Covid-19.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  16:36 WIB
Karyawan melintas didekat logo  PT Pengadaian (Persero) di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan melintas didekat logo PT Pengadaian (Persero) di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) terus berproses merambah pangsa penyaluran pembiayaan kredit modal kerja untuk korporasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secara digital atau digital lending.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menjelaskan bahwa produk yang kini masih dalam tahap pilot project ini juga merupakan salah satu upaya pihaknya ikut menopang gaya hidup normal baru nasabah selepas pandemi Covid-19.

"Kami kembangkan terus dari sisi sistem dan teknologi, kami sudah siap dan sudah ada beberapa transaksi yang sudah kita lakukan. Jadi kalau nanti permintaan digital lending marak, kami sudah siap untuk melayani basis konsumen kami yang besar," jelasnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Sabtu (1/8/2020).

Ada dua jenis digital lending yang akan diusung Pegadaian, yakni pinjaman modal kerja Indirect dan Direct.

Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono menjelaskan bahwa Indirect Digital Lending telah meluncur pada Januari 2020, dikembangkan lewat kerja sama dengan platform finansial teknologi (fintech/tekfin) peer-to-peer (P2P) lending yang sudah ada saat ini.

"Nama resminya pinjaman modal kerja bagi usaha menengah yang butuh pinjaman dengan jaminan invoice. Makanya tenornya jangka pendek, antara 2 sampai 6 bulan, kemudian pinjamannya Rp50 juta sampai Rp2 miliar. Sekarang progress-nya masih izin piloting dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ungkapnya.

Teguh menjelaskan bahwa pihaknya berencana terus mengembangkan sayap di lini bisnis penyaluran pinjaman dengan menggandeng 3-4 platform P2P lending dalam waktu dekat. Adapun, lini bisnis tersebut masih terbilang baru dengan realisasi Rp27 miliar dan outstanding Rp15 miliar. 

Sementara itu, untuk produk kedua yakni yakni Direct Digital Lending yang telah meluncur pada Mei 2020, akan lebih menyasar UMKM dan terus dilengkapi lewat langkah kerja sama business to business (B2B) dengan sistem fidusia dan invoice financing, sehingga pembiayaan yang disalurkan langsung oleh Pegadaian lewat produk ini ikut berkembang.

"Yang direct ini masih menunggu izin OJK. Jadi penyalurannya, Pegadaian bisa langsung merambah ke konsumen. Selain, kita juga kerja sama ke sistem fasilitas belanja Kementerian BUMN untuk UMKM. Kita masuk ke sana, meminjamkan modal kerja para UMKM yang akan mendapat proyek dari BUMN itu," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance multifinance pembiayaan pembiayaan BUMN pegadaian pegadaian
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top