Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNI Mampu Tekan Biaya Dana di Tengah Pandemi

Biaya dana BNI mengalami penurunan dari 3,2 persen pada Desember 2019 menjadi 2,9 persen pada Mei 2020.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  21:22 WIB
Nasabah bertransaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Kamis (11/6). Bisnis - Nurul Hidayat
Nasabah bertransaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Kamis (11/6). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mampu menekan biaya dana atau cost of fund sebesar 2,9 persen pada Mei 2020 seiring dengan peningkatan rasio dana murah.

Bank BNI tercatat menghimpun dana murah pada Mei 2020 senilai Rp387,44 triliun atau tumbuh 17,84 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/YoY). Sementara itu, BNI juga tercatat menghimpun deposito senilai Rp205,08 triliun atau turun 1,68 persen YoY.

Penurunan deposito BNI tersebut seiring dengan peningkatan rasio dana murah dari total penghimpunan dana pihak ketiga. Rasio dana murah BNI semula 61,18 persen pada Mei 2019 kemudian naik menjadi 65,39 persen pada Mei 2020.

Direktur Keuangan BNI Sigit Prastowo mengatakan rasio dana murah perseroan meningkat berasal dari pertumbuhan yang signifikan dari giro yang tumbuh mencapai 34,2 persen. Sementara itu, deposito relatif tidak tumbuh dan mengalami sedikit penurunan sebesar 2 persen.

Kondisi itu menyebabkan biaya dana BNI juga mengalami penurunan dari 3,2 persen pada Desember 2019 menjadi 2,9 persen pada Mei 2020. Perseroan pun berupaya menjaga rasio dana murah di kisaran 63-65 persen.

"Kami optimis dapat mempertahankan dana murah sampai dengan akhir tahun," katanya kepada Bisnis, Selasa (4/8/2020).

Lebih lanjut, Sigit mengatakan perseroan memiliki strategi ke depan untuk meningkat dana murah lewat memperkuat hubungan dengan debitur melalui transaksi menggunakan e-channel dan digital banking. BNI juga akan memperkuat debitur payroll dan memperkuat relasi dengan swasta yang kredibel.

"Pertumbuhan DPK ini sejalan pergerakan dana masyarakat yang sifatnya flight to quality dan seiring peningkatan transaksi deposan melalui digital ataupun mobile banking," katanya.

Terpisah, Direktur Bisnis Korporasi BNI Benny Yoslim mengatakan perseroan terus meningkatkan rasio dana murah. Terlihat dari realisasi dana murah per Juni 2020 yang mengalami peningkatan yakni giro tumbuh 17,8 persen YoY dan tabungan yang naik 5,5 persen YoY.

Menurutnya, dari perolehan dana murah tersebut, BNI bahkan bisa menurunkan biaya dana dari 3,2 persen pada Juni 2019 menjadi 2,9 persen pada Juni 2020.

"Kami memang fokus melayani transaksi korporasi dengan menerapkan close loop transaction yang terbukti berhasil meningkatkan penetrasi giro nasabah di tahun ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (4/8/2020).

Menurutnya, BNI akan meningkatkan penghimpunan tabungan dengan meningkatkan payroll debitur. Di satu sisi, perseroan juga akan terus mengembangkan ekosistem pembiayaan pada beberapa industri antara lain industri kesehatan dan infrastruktur sehingga transaksi nasabah bisa dilakukan secara close loop di BNI.

"Kami optimis peningkatan dana ini akan konsisten sampai dengan akhir tahun sejalan dengan membaiknya perekonomian Indonesia," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni dana murah biaya dana
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top