Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembangkan Digital Banking, Bank Yudha Bhakti (BBYB) Perlu Tambah Modal

Pemegang saham masih perlu membuktikan komitmen lanjutan dengan penyuntikan modal lagi hingga merampungkan kewajiban penambahan modal Rp3 triliun.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  17:06 WIB
Bank Yudha Bhakti.  - bankyudhabhakti
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat menilai pemegang saham PT Bank Yudha Bhakti Tbk. harus lebih serius dalam memberikan dukungan pemodalan kepada bank tersebut pada waktu yang akan datang.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan aksi korporasi yang telah dilakukan tergolong minim. Pemegang saham masih perlu membuktikan komitmen lanjutan dengan penyuntikan modal lagi hingga merampungkan kewajiban penambahan modal Rp3 triliun.

"Penyuntikan modal memang masih sangat terbatas dan perlu ada aksi korporasi lanjutan yang dapat memperbesar ruang manajemen untuk melakukan pengembangan bisnis termasuk digital banking," katanya.

Adapun, perseroan telah mengantongi dana segar senilai Rp150 miliar dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue.

Dengan demikian modal inti tier satu emiten berkode BBYB ini berada di atas Rp1 triliun dan mencukupi ketentuan modal minimum Otoritas Jasa Keuangan untuk bank umum kegiatan usaha (BUKU) I tahun ini.

Trioksa menyebutkan, perseroan memiliki rencana untuk mengubah nama dan memperluas pembiayaan ke sektor commercial dan digital banking. Menurutnya, segmen ini membutuhkan investasi modal yang besar guna memaksimalkan potensi pasar ini.

"Apalagi kalau kita bisa cara digital banking yang investasi dan perluasan pasarnya membutuhkan dana besar," imbuhnya.

Lebih lanjut, Trioksa berpendapat, pemegang saham mulai harus memikirkan untuk memberi diskon harga untuk penyuntikan dana berikutnya. Meski akan membuat penyuntikan dana relatif kecil, tetapi akan sangat menarik bagi investor yang telah berkomitmen untuk mempercetap penyuntikan modalnya dan menjadi mayoritas.

"Harga saham BBYB sat ini tergolong mahal, perlu ada pemotongan harga saham untuk mempercepat realisasi penyuntikan dana," katanya.

Sebagai informasi, harga BBYB berada pada 288 per lembar saham dengan price to book value 1,85 kali.

Berdasarkan laporan publikasi semester pertama tahun ini, Pemegang Saham Pengendali (PSP) berada pada PT Gozco Capital (20,13 persen), sedangkan Pemegang Saham Bukan PSP melalui pasar modal adalah PT Akulaku Silvrr Indonesia (24,98 persen), PT Asabri (Persero) (18,62 persen), Yellow Brick Enterprise Ltd (11,1 persen), dan masyarakat (25,17 persen)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank perbankan bank yudha bhakti
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top