Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Yudha Bhakti (BBYB) Restrukturisasi Kredit Rp333 Miliar

Debitur Bank Yudha Bhakti yang paling banyak terdampak pandemi berasal dari sektor komersil yaitu perdagangan, real estate, dan konstruksi.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  19:49 WIB
Bank Yudha Bhakti.  - bankyudhabhakti
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Yudha Bhakti Tbk. telah melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak Covid-19 sebagai respons atas POJK 11/2020.

Direktur Utama Bank Yudha Bhakti Tjandra Gunawan mengatakan perseroan melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur senilai Rp333 miliar.

Nilai restrukturisasi kredit karena pandemi mendominasi total restrukturisasi kredit oleh perseroan.

Adapun, sektor yang paling banyak terdampak berasal dari sektor komersil yaitu perdagangan, real estate, dan konstruksi.

"Secara keseluruhan di luar Covid-19 [restrukturisasi kredit] sebesar Rp356 miliar," katanya dikutip dari laporan public expose di IDX, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut, dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang digelar pekan lalu, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2019 senilai Rp16 miliar.

Penggunaan laba bersih di antaranya sebesar 10 persen atau sebesar Rp1,60 miliar atau Rp0,24 per saham dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham.

Selanjutnya, sebesar 3 persen dari laba bersih 2019 atau sebesar Rp480,08 juta disisihkan sebagai dana cadangan. Sementara 87 persen dari laba bersih atau senilai Rp13,92 miliar dibukukan sebagai laba ditahan perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restrukturisasi utang bank yudha bhakti
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top