Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fintech Bizhare Optimistis Antusiasme Investor Naik Selepas Pandemi

Demi menggaet lebih banyak investor baru dan pendanaan dari investor eksisting, Bizhare akan menerapkan langkah pengetatan pemilihan bisnis yang akan ditawarkan ke para user.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  18:52 WIB
crowdfunding - crowdassist.co
crowdfunding - crowdassist.co

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu penyelenggara teknologi finansial (tekfin/fintech) urun dana (equity crowdfunding) PT Investasi Digital Nusantara (Bizhare) masih optimis mampu menjaga kepercayaan investor selepas pandemi Covid-19.

Founder sekaligus CEO Bizhare Heinrich Vincent mengungkap bahwa kendati sempat terpengaruh pandemi, kinerja perusahaan masih bertumbuh hingga semester I/2020 sehingga optimistis target pertumbuhan masih bisa tercapai.

"Kami sangat bersyukur bulan Mei-Juli ini justru pertumbuhan investor mencapai 50 persen secara keseluruhan dan pendanaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meningkat pesat hampir 100 persen dalam waktu 3 bulan terakhir," ujarnya, Senin (17/8/2020).

Sebelumnya, Bizhare menargetkan mampu menyalurkan dana kelolaan kepada setidaknya 200 entitas usaha dengan nilai mencapai Rp200 miliar.

Adapun untuk target investor atau pendana aktif yang telah mencapai sekitar 33.000 user pada akhir 2019, Bizhare menargetkan bisa tumbuh hingga 75.000 user terdaftar hingga 2020.

"Ini membuktikan sebenarnya investor tetap optimis pada situasi yang ada saat ini, terutama dengan berinvestasi di bisnis riil seperti bisnis UKM dan franchise yang ada di Bizhare," tambahnya.

Heinrich menjelaskan bahwa pertumbuhan memang sempat terkoreksi pada awal masa pandemi atau pada Maret dan April 2020. Namun, antusiasme investor mampu bangkit kendati lebih menahan diri.


"Secara antusiasme investor sendiri masih sangat besar di tengah situasi saat ini. Hanya mereka tentunya lebih hati-hati dalam memilih penerbit bisnis yang mereka investasikan, latar belakang bisnis, dan track record pengelola, serta jenis industrinya," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ke depan, demi menggaet lebih banyak investor baru dan menggairahkan lagi pendanaan dari investor eksisting, Heinrich menjelaskan akan menerapkan langkah pengetatan pemilihan bisnis yang akan ditawarkan ke para user.

"Ini akan menjadi salah satu dasar pemilihan portfolio dan analisis bisnis yang kita lakukan di Bizhare, sehingga banyak investor yang terus berinvestasi bisnis melalui Bizhare," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor Crowdfunding fintech
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top