Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Komisi Bank Mandiri Jauh Lebih Moncer Ketimbang dari Bunga

Hingga paruh pertama 2020, perseroan juga membukukan pendapatan berbasis biaya dan komisi atau fee based income (FBI) senilai Rp13,59 triliun atau tumbuh 8,64 persen secara tahunan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  16:38 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Jakarta, Kamis (4/7). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Jakarta, Kamis (4/7). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Pertumbuhan pendapatan berbasis biaya dan komisi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada semester I/2020 lebih tinggi daripada pendapatan bunga bersih.

Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) Bank Mandiri tetap tumbuh 10 basis poin atau 0,1 persen pada semester I/2020 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu menjadi Rp29,8 triliun.

Hingga paruh pertama 2020, perseroan juga membukukan pendapatan berbasis biaya dan komisi atau fee based income (FBI) senilai Rp13,59 triliun atau tumbuh 8,64 persen secara tahunan.

Pertumbuhan FBI tersebut pun menjadi pendorong perolehan laba paruh pertama tahun ini yang senilai Rp10,9 triliun.

Wakil Direktur Utama Hery Gunardi mengatakan pertumbuhan kredit yang sebesar 4,38 persen YoY pada semester I/2020 turut menjaga kinerja pendapatan bunga bersih perseroan. Selain bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Bank Mandiri akan tetap menyalurkan kredit secara prudent untuk menjaga sustainabilitas dan kualitas.

Bank Mandiri berupaya untuk menjaga net interest margin (NIM) berada pada kisaran 4,4 - 4,6 persen.

"Memperhatikan kondisi pandemi yang masih belum berakhir, Bank Mandiri berupaya untuk menjaga likuiditas dengan tetap memonitor biaya bunga secara optimal. Selain itu, Bank Mandiri tetap menyalurkan kredit pada sektor-sektor ekonomi yang masih memiliki prospek positif agar kualitasnya tetap terjaga," katanya kepada Bisnis, Minggu (30/8/2020).

Menurutnya, Bank Mandiri juga akan terus berupaya untuk menjaga perolehan FBI yang merupakan sumber pertumbuhan revenue dengan fokus pada peningkatan transaksi.

Bank Mandiri, lanjutnya, akan tetap berupaya untuk meningkatkan revenue. Tercermin dari kinerja semester 1/2020, FBI menjadi driver pertumbuhan laba.

"Seperti yang sudah Bank Mandiri paparkan, akselerasi digital banking melalui inovasi di sisi produk maupun layanan merupakan upaya perseroan menjaga momentum pencapaian FBI," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bank mandiri fee based income
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top