Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Transaksi Online, Potensi bagi Fintech dan Pemulihan Ekonomi Nasional

General Manager PT FinAccel Digital Indonesia (Kredivo Indonesia) Lily Suriani menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak masyarakat membuat pola perilaku konsumen bergeser ke ranah online.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 01 September 2020  |  14:27 WIB
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA — Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat dengan memanfaatkan platform online dinilai sebaagai potensi bagi industri teknologi finansial atau fintech, yang juga dapat menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional.

General Manager PT FinAccel Digital Indonesia (Kredivo Indonesia) Lily Suriani menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak masyarakat membuat pola perilaku konsumen bergeser ke ranah online. Hal tersebut di antaranya memengaruhi pemanfaatan metode pembayaran secara digital.

Kondisi itu, menurutnya, membuat peran fintech di tengah pandemi Covid-19 semakin penting. Transaksi secara online dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam berbelanja sehingga dapat menunjang pemulihan ekonomi nasional.

“Peran fintech di tengah pandemi semakin penting, terlebih dalam turut menjaga daya beli masyarakat. Kemudahan, keamanan, dan fleksibilitas pembayaran yang dihadirkan fintech juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia dalam berbelanja online," ujar Lily pada Selasa (1/9/2020) melalui keterangan resmi.

Riset Facebook, Bain & Company pada Juni 2020 menunjukkan bahwa sekitar 28 persen konsumen Asia Tenggara baru mencoba e-commerce dan pembayaran digital untuk pertama kalinya di tengah pandemi. Menurut Lily, hal tersebut menjadi potensi besar bagi industri fintech juga bagi perekonomian secara luas.

Adapun, berdasarkan hasil riset Kredivo dan Katadata Insight Center, konsumen tercatat semakin yakin untuk bertransaksi dalam nominal besar dalam platform online. Hal tersebut terlihat dari rata-rata nilai transaksi di e-commerce yang mengalami peningkatan pada 2019 di 13 kategori produk.

Menurut Lily, tren kepercayaan itu pun membuat anak muda mengalokasikan lebih banyak pendapatannya untuk belanja online. Kenyamanan berbelanja disertai bunga yang cukup rendah dinilai menjadi salah satu faktor nyamannya konsumen berbelanja di e-commerce.

Berdasarkan riset yang sama, konsumen di rentang usia 18–35 tahun mengalokasikan 4,7 persen–5,1 persen dari pendapatannya untuk belanja online. Sementara itu, konsumen berusia di atas 35 tahun membelanjakan 3,6 persen–4,3 persen dari pendapatan per bulannya.

Lily menjabarkan bahwa lebih dari 70 persen porsi transaksi Kredivo berasal dari e-commerce. Kredivo juga mencatat peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce pada semester I/2020, khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, pulsa/voucher, home appliances, produk kesehatan dan kecantikan, serta produk penunjang hobi dan olahraga.

“Sebagai enabler bagi transaksi jumlah besar [large ticket size transaction], produk cicilan e-commerce Kredivo telah banyak dipercaya oleh konsumen,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecommerce fintech kredivo
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top