Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran Kredit Melemah di Wilayah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, kredit konsumsi mencatatkan kontraksi 0,12% di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi, terutama di DKI Jakarta.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 September 2020  |  19:32 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pertumbuhan kredit melemah di wilayah dengan risiko penyebaran Covid-19 tinggi. Pelemahan kredit ini juga dibarengi dengan dengan peningkatan risiko.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, kredit konsumsi mencatatkan kontraksi 0,12% di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi, terutama di DKI Jakarta. Padahal DKI Jakarta memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan kredit nasional dengan porsi 49,36%. Pertumbuhan kredit di DKI Jakarta yang disalurkan Bank Pembangunan Daerah per Juli 2020 mencapai 0,57% atau senilai Rp2,732 triliun.

Perlu diketahui, daerah high risk merupakan daerah dengan nilai peta risiko lebih dari 2,5 di laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Pelemahan kredit di DKI Jakarta juga diikuti degan peningkatan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Adapun, kenaikan NPL di DKI Jakarta terpantau terjadi pada jenis kredit modal kerja, investasi, maupun untuk konsumsi. Peningkatan NPL tersebut juga terjadi di wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang tergolong high risk.

Secara umum, kredit modal kerja mencatatkan kontraksi tetapi masih tertahan untuk di wilayah high risk. Begitu juga dengan kredit investasi yang mencatatkan perlambatan dengan slope lebih curma di wilayah high risk.

OJK mencatat, pertumbuhan kredit per Juli 2020 sudah menunjukkan pertumbuhan menjadi 1,53% secara year on year (yoy) atau senilai Rp5.536,17 triliun dari sebelumnya 1,49% yoy per Juni 2020 atau senilai Rp5.549,24 triliun.

Risiko kredit bank juga mengalami peningkatan dari 3,11% (gross) pada Juni 2020 menjadi 3,22% (net) pada Juli 2020. Sementara itu, NPL net tercatat mengalami penurunan dari 1,13% per Juni 2020 menjadi 1,12% per Juli 2020

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit npl kredit perbankan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top