Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wah! Pemerintah Siapkan Rp25 Triliun untuk Bantu UMKM Akses Dana dari Fintech

Kementerian Keuangan menganggarkan dana Rp25 triliun untuk perluasan jaringan, itu belum termasuk tambahan dari pos transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  14:45 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Semakin banyaknya perusahaan fintech penyedia pinjaman dan pembiayaan tidak serta merta menjamin digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berjalan lancar. Sampai saat ini, belum meratanya akses internet di Indonesia masih jadi persoalan pelik yang membuat UMKM di daerah pelosok kesulitan mengakses layanan perusahaan-perusahaan tersebut.

Musabab itulah pemerintah menjanjikan komitmen untuk meningkatkan pemerataan internet dan jaringan di Indonesia tahun depan. Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prabowo mengatakan Kemenkeu telah menganggarkan uang senilai Rp25 triliun untuk kebutuhan tersebut. 

"Teknisnya Kominfo yang lebih bisa menjalaskan, tapi yang pasti anggaran sudah disediakan. Setidaknya Rp25 triliun yang dari pusat. Lalu masih ditambah anggaran dari daerah melalui TKDD [transfer ke daerah dan dana desa]," kata Yustinus, Rabu (10/7/2020).

Dari anggaran tersebut, Yustinus beraharap pemerintah bisa melakukan perluasan infrastruktur. Dia juga mengimbau agar masyarakat terus memberi masukan agar program yang telah dicanangkan berjalan dengan maksimal.

"Dalam bayangan pemerintah, alokasi itu akan membuat perluasan coverage, memperbanyak BTS, dan menambah sentra layanan publik di beberapa tempat. Ini diharapkan bisa jadi hub-hub bagi pelaku UMKM sehingga mereka bisa mengakses [layanan fintech] dengan lebih baik."

CEO PayFazz Hendra Kwik mengakui jangkauan ke area pelosok masih menjadi kendala bagi sejumlah perusahaan fintech untuk memperluas layanannya hingga ke pelosol Tanah Air. 

"Untuk itulah kami juga melakukan sosialisasi langsung ke pelosok. Karena akses masih belum merata, sehingga kami juga harus menjangkau UMKM secara offline," kata Hendra. 

Hal yang sama dialami Modal Rakyat. Pada akhirnya sebagai penyedia platform yang menghubungkan UMKM dengan lender, adanya perbedaan pandangan antara pelaku UMKM dengan pemberi pinjaman, yang dipicu minimnya arus informasi, membuat Modal Rakyat harus berupaya lebih keras untuk menjadi jembatan.

"Tapi semangatnya adalah kami ingin membantu UMKM. Kami akan terus berupaya menjembatani, dan membantu negosiasi antara pelaku UMKM dengan lender," tutur Direktur Modal Rakyat Stanislaus MC Tandelilin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan kredit umkm fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top