Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Kenaikan Kredit Bermasalah, BRI Perkuat Pencadangan

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan posisi CAR BRI meningkat dibanding bulan Juli 2020 dan masih jauh di atas persyaratan minimum regulator sebesar 12%.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  17:13 WIB
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatat rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) sebesar 2,98% pada Juni 2020, masih di bawah rata-rata industri perbankan. Sementara itu, kondisi permodalan BRI masih sangat memadai.

Hal ini tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) Bank BRI yang berada di kisaran 20,2% per Agustus 2020. Rasio kecukupan permodalan tersebut dinilai masih mencukupi sebagai bantalan bila rasio kredit bermasalah meningkat saat ekonomi mengalami pemburukan. 

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan posisi CAR BRI meningkat dibanding bulan Juli 2020 dan masih jauh di atas persyaratan minimum regulator sebesar 12%.

Level CAR tersebut telah memperhitungkan kebutuhan bisnis BRI serta kemampuan untuk mengantisipasi adanya risiko kredit seperti pemburukan NPL, maupun risiko pasar, dan operasional.

"Selain memiliki kemampuan permodalan yang baik, BRI juga telah membentuk pencadangan kredit yang cukup dengan rasio NPL coverage di atas 200%," katanya kepada Bisnis, belum lama ini. 

Selain itu, sebagai upaya penyelamatan kredit terdampak UMKM, BRI telah melakukan upaya restrukturisasi secara masif khususnya di segmen UMKM.

Di tengah perlambatan kredit akibat pandemi, pertumbuhan kredit BRI juga dilakukan secara selektif yang berfokus pada Segmen UMKM khususnya Mikro.

"BRI juga menyalurkan kredit pada sektor tidak terdampak signifikan seperti pangan, pertanian dan kesehatan," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bank bri npl
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top