Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daya Beli Lunglai, BI Yakin Inflasi 2020 di Bawah 2 Persen

Hingga September 2020, inflasi tercatat sangat rendah, yakni sebesar 1,42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  16:08 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan tingkat inflasi pada indeks harga konsumen (IHK) hingga akhir 2020 akan tercatat lebih rendah dar target kisaran BI, 3 plus minus 1 persen.

Adapun hingga September 2020, inflasi tercatat sangat rendah di seluruh daerah, dan secara nasional inflasi pada periode tersebut tercatat sebesar 1,42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Kami perkirakan inflasi IHK sampai akhir 2020 akan rendah, bahkan lebih rendah dari 2 persen atau di batas bawah sasaran 3 plus minus 1 persen," katanya, Kamis (22/10/2020).

Rendahnya inflasi yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir 2020. Kondisi ini, kata Perry, disebabkan oleh permintaan masyarakat yang belum kuat sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Di samping itu, inflasi yang rendah ini juga sejalan dengan terjaganya ekspektasi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah, dan ketersediaan pasokan panen di sejumlah sentra produksi, serta harga komoditas pangan yang rendah.

Adapun, BI memperkirakan tingkat inflasi akan kembali pada kisaran 3 plus minus 1 persen pada 2021, seiring dengan ekonomi yang mulai pulih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top