Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Beberkan Risiko yang Akan Mewarnai Inflasi 2021

Permintaan domestik dan kesinambungan pasokan, serta distribusi pangan antardaerah dan antarwaktu.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  16:24 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan tingkat inflasi Indonesia pada 2021 akan kembali pada kisaran 3 plus minus 1 persen.

Pada 2020, inflasi indeks harga konsumen (IHK) diperkirakan akan lebih rendah dari 2 persen, sejalan dengan permintaan masyarakat yang terpukul pandemi Covid-19.

Meski akan kembali pada kisaran 3 persen pada 2021, Perry mengatakan ada beberapa risiko yang harus diwaspadai.

Pertama, yaitu meningkatnya permintaan domestik sejalan dengan proses pemulihan ekonomi nasional. Kedua, kesinambungan pasokan dan distribusi pangan antardaerah dan antarwaktu.

Selain itu, Perry mengatakan pengaruh dari tertundanya ekspansi moneter yang dilakukan pada 2020 juga akan memengaruhi tingkat inflasi pada tahun depan.

"Karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BI, dengan berbagai inovasi program pengendalian inflasi, perlu terus kita perkuat untuk memastikan tetap terjaganya inflasi dalam rentang kisaran sasaran yang telah kita capai sejak 2015," katanya, Kamis (22/10/2020).

Adapun hingga September 2020, inflasi tercatat sangat rendah di seluruh daerah, dan secara nasional inflasi pada periode tersebut tercatat sebesar 1,42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Inflasi yang rendah ini juga sejalan dengan terjaganya ekspektasi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah, dan ketersediaan pasokan panen di sejumlah sentra produksi, serta harga komoditas pangan yang rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top