Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Digugat, Nasabah Klaim Deposito Hangus

Berdasarkan nomor perkara 353/Pdt.G/2020/PN Sby dengan tanggal registrasi 3 April 2020, BCA digugat oleh Anna Suryanti, Tan Herman Sutanto, dan Vonny Susanty dengan tuduhan wanprestasi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  14:07 WIB
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Proses pengadilan atas hangusnya dana deposito nasabah bernama Anna Suryanti yang melibatkan PT Bank Central Asia Tbk. masih berlangsung.

Adapun berdasarkan nomor perkara 353/Pdt.G/2020/PN Sby dengan tanggal registrasi 3 April 2020, BCA digugat oleh Anna Suryanti, Tan Herman Sutanto, dan Vonny Susanty dengan tuduhan wanprestasi.

Dalam berkas perkara, para penggugat mengaku memiliki sertifikat bilyet deposito di BCA senilai Rp1,767 miliar. BCA diminta untuk mencairkan deposito dengan keseluruhan nilai tersebut.

Selain itu, penggungat juga meminta BCA untuk membayar uang paksa atau dwangson senilai Rp2 juta setiap hari keterlambatan pencairan bilyet. BCA juga diminta membayar kerugian meteriil senilai Rp6,487 miliar.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn saat dihubungi menegaskan tidak ada dana deposito nasabah yang hangus atau hilang dari praktik layanan perbankan yang selama ini diberikan.

BCA meluruskan bahwa deposito yang telah dicairkan oleh nasabah tanpa membawa bilyet tidak dapat dibayarkan kembali. Meskipun, nasabah membawa bilyet deposito lama yang berhasil ditemukan kembali.

Menurutnya, klaim penggungat tersebut tidak benar dan tidak berdasar karena deposito tersebut telah lama dicairkan.

Bukti pencairan pun telah disampaikan pada agenda pembuktian dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Surabaya yang saat ini sedang berjalan.

"Dapat kami sampaikan bahwa dalam menjalankan operasional perbankan, BCA senantiasa mengikuti prosedur yang ditetapkan otoritas terkait sesuai dengan regulasi perbankan yang berlaku di Indonesia," katanya, Senin (26/11/2020).

BCA pun mengimbau kepada setiap pihak untuk menghormati proses pengadilan yang sedang berlangsung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca gugatan deposito
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top