Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Maybank, YLKI Minta OJK 'Gercep' Bantu Mediasi secara Perdata

Kasus Maybank terkuak saat atlet e-sport, Winda Lunardi atau Winda Earl, melaporkan kasus hilangnya uang tabungan sekitar Rp22 miliar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 November 2020  |  19:11 WIB
Kasus Maybank, YLKI Minta OJK 'Gercep' Bantu Mediasi secara Perdata
Nasabah beraktivitas di salah satu gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mediasi kasus hilangnya dana nasabah PT Maybank Indonesia Tbk. Winda Lunardi atau yang dikenal Winda Earl, secara perdata.

"Ini tupoksinya OJK. OJK jangan pasif dan lamban, harus pro aktif untuk turun tangan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi seperti dilansir Tempo.co, Jumat (13/11/2020).

Selain itu, YLKI juga meminta Kepolisian RI atau Polri untuk mempercepat proses penyidikan. "Sehingga lebih fair," tambahnya.

Kasus Maybank terkuak saat atlet e-sport, Winda Lunardi atau Winda Earl, melaporkan kasus hilangnya uang tabungan sebesar Rp22 miliar. Awal mulanya, Winda dan ibunya, Floretta, membuka tabungan berjangka di Maybank Cipulir, Jakarta Selatan pada 2015.

Dia diiming-imingi Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial AT untuk membuka tabungan berjangka dengan keuntungan bunga 10 persen. Winda lalu menyetor modal atas namanya sebesar Rp15 miliar dan rekening atas nama ibunya Rp5 miliar.

Pihak Maybank dan Winda saling berbeda pendapat soal hilangnya uang tersebut. Bahkan kuasa hukum Maybank, Hotman Paris Hutapea mengajak nasabah beragumen secara live di televisi.

Tulus Abadi menilai ajakan itu merupakan bentuk gertakan. "Itu gaya pengacara, main gertak," kata dia.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah menyatakan akan mencoba memberikan mediasi terkait kasus Maybank Indonesia Tbk. dan nasabahnya.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan pihaknya tetap menghormati upaya hukum dari pihak penyidik. Namun, dia mengatakan otoritas pengawas akan mencoba memanggil kedua belah pihak dan mengupayakan mediasi.

"Kami tetap akan menghormati proses hukum, tetapi mungkin ada komitmen yang bisa mempertemukan kedua belah pihak. Mungkin dengan Bank Maybank menempatkan dana di rekening escrow untuk menunjukkan komitmen," sebutnya, dalam Acara Metro Tv, Selasa (10/11/2020).

Meski tetap tidak dapat memastikan kembalinya uang nasabah tersebut, Anto menjamin pihak Maybank juga kontributif dalam penyelesaian kasus ini. "Bahkan Maybank juga melaporkan semua kejadian secara rinci secara berkala kepada otoritas," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK maybank YLKI pembobolan dana Maybank Indonesia

Sumber : Tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top