Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos OJK Minta Bank 'Berbagi Sakit' dengan Debitur, Kalau Perlu Kurangi Margin

Menurut Wimboh, di tengah kondisi saat ini, perbankan diharapkan tidak berupaya mendulang perolehan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). Penurunan NIM melalui penurunan suku bunga kredit perlu dilakukan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 25 November 2020  |  17:01 WIB
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta agar perbankan mau ikut berbagi beban dengan menekan margin bunga. Hal ini, kata dia, perlu dilakukan untuk mempercepat pemulihan sektor riil lewat pemberian kredit berbunga rendah. 

Menurutnya, di tengah kondisi saat ini, perbankan diharapkan tidak berupaya mendulang perolehan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). Penurunan NIM melalui penurunan suku bunga kredit perlu dilakukan. Meskipun, suku bunga kredit saat ini bukan menjadi masalah utama yang mampu mendorong pertumbuhan kredit.

"Aneh kalau kondisi seperti ini, perbankan tidak sharing pain, kalau perlu NIM turun supaya bunga kredit rendah," katanya dalam webinar, Selasa (24/11/2020).

Lebih lanjut, Wimboh menuturkan penurunan suku bunga kredit masih memerlukan upaya ekstra kendati Bank Indonesia sudah memutuskan kembali menurunkan BI 7 Day Reverse Repo sebesar 25 bps menjadi 3,75% dengan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%.

Dia menuturkan, saat ini suku bunga kredit perbankan memang sudah berada di posisi single digit. Hanya saja, penurunan suku bunga kredit perbankan tersebut diakuinya masih kurang cepat.

OJK pun berupaya mencari opsi untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan. Adanya penempatan uang negara pada sejumlah dengan bunga rendah yakni sebesar 2,4% per tahun dinilai akan memacu transmisi penurunan suku bunga kredit.

"Kami lihat suku bunga sudah single digit, cuma memang kurang cepat, gitu saja, bagaimana kita percepat, jadi ini tinggal bagaimana kita orkestrasi ciptakan tenaga kerja pada sektor-sektor unggulan kita,"

Wimboh menilai suku bunga juga tidak menjadi masalah dalam penyaluran kredit. Penurunan suku bunga kredit saat ini tinggal masalah transisi dan dipastikan akan turun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK wimboh santoso
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top