Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Berita Populer Finansial, Pemerintah Suntik Rp26,7 Triliun ke IFG Life Tahun Depan dan Dompet Digital Mulai Tinggalkan Promo, Ini Strategi Barunya

Berita pemerintah suntik Rp26,7 triliun ke IFG Life tahun depan jadi berita terpopuler kanal Finansial hari ini, Senin (30/11/2020).
Laras Devi Rachmawati
Laras Devi Rachmawati - Bisnis.com 30 November 2020  |  20:10 WIB
Logo Indonesia Financial Group (IFG)
Logo Indonesia Financial Group (IFG)

1. Pemerintah Suntik Rp26,7 Triliun ke IFG Life Tahun Depan

Pemerintah melalui Indonesia Financial Group atau IFG akan melakukan penyetoran modal Rp26,7 triliun ke perusahaan asuransi jiwa baru IFG Life pada 2021.

Hal tersebut dijelaskan oleh Staf Khusus Wakil Presiden bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah S. Latief usai rapat bersama Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko di Kantor Wakil Presiden, Rabu (25/11/2020) lalu.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Lama Menghilang, Begini Nasib Winda Nasabah Maybank yang Duitnya Hilang Rp22 Miliar

Nasabah PT Bank Maybank Indonesia Tbk. yang sempat menghebohkan media massa akibat kasus kehilangan uang puluhan miliar beberapa waktu lalu, Winda D. Lunardi atau Winda Earl, memberikan kabar terbaru tentang dirinya.

Dalam akun resmi Instagramnya (30/11/2020), dia menyampaikan terima kasih kepada semua kerabat, keluarga dan teman-teman yang telah memberi dukungan kepadanya.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Siap-Siap! Dompet Digital Mulai Tinggalkan Promo, Ini Strategi Barunya

Pemain dompet digital masih berfokus pada pengembangan layanan yang dimiliki. Aktivitas perampingan pemain dompet digital belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Chief Marketing Officer (CMO) LinkAja Edward Kilian Suwignyo mengatakan dalam bersaingan dengan platform dompet digital lainnya, perseroan lebih memilih fokus pada pengembangan ekosistem digital.

Baca berita selengkapnya di sini.

4. Investasi Asuransi Anjlok, Pengamat: Hindari Underlying PAYDI Berisiko Tinggi

Ketidakpastian yang masih menyelimuti kondisi pasar modal berimbas pada penurunan nilai investasi industri asuransi. Bagaimana nasib prospek produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked?

Pengamat Asuransi sekaligus Dosen Program MM-Fakuktas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Kapler A Marpaung mengingatkan para perusahaan asuransi dan nasabah, jangan tergiur dengan istilah 'time to buy' di tengah kondisi pasar modal yang masih turun ini.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Kinerja Positif Anak Perusahaan: Mandiri Group Optimistis di Tengah Pandemi

Mandiri Group optimistis dapat terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19 setelah berhasil menjaga kinerja bisnis 11 anak perusahaannya berkontribusi positif terhadap perseroan.

Kontribusi laba bersih per September 2020 senilai Rp1,9 triliun, atau tumbuh 12,2% year on year (yoy) dari anak perusahaan membuat perusahaan optimistis dengan sejumlah langkah yang diambil untuk menghadapi masa depan.

Baca berita selengkapnya di sini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Berita Terpopuler
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top