Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Pertumbuhan 2021, OJK: Fokus Utamanya Membantu UMKM

Wimboh melanjutkan, berbagai indikasi menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi domestik mulai terlihat. Sumber pertumbuhan terutama didorong oleh UMKM.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  12:15 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. BISNIS.COM
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor UMKM akan tetap menjadi fokus dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada 2021.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan pandemi terjadi di luar dugaan dan tidak pernah dapat diprediksi. Kebijakan seluruh dunia yakni mengurangi interaksi yang memberikan konsekuensi kepada aktivitas ekonomi yang terkendala.

"Hotel tidak ada yang nginep, transportasi tidak ada yang naik karena semua di rumah. Sehingga bagaimana kebijakan kita agar dampak ini tidak mematikan sektor keuangan, riil, dan manusia," katanya dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2021, dikutip dari YouTube Perekonomian RI, Selasa (22/12/2020).

Di sektor keuangan, OJK telah mengeluarkan POJK 11/2020 yang salah satunya mengatur tentang relaksasi restrukturisasi kredit agar debitur tidak langsung masuk kategori kredit bermasalah. Sektor keuangan juga dapat menjaga balance sheet-nya karena harus membentuk pencadangan.

OJK menilai kebijakan ini berhasil karena masih berjalan dengan baik. Sampai dengan 9 November 2020, total restrukturisasi perbankan mencapai Rp936,02 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 18% dari total kredit perbankan, lebih rendah dari yang diperkirakan regulator sekitar 25% dari total kredit.

Wimboh mengatakan tren saat ini tidak ada restrukturisasi baru. Jikapun ada restrukturisasi baru, nilainya sangat kecil. Lebih lanjut, restrukturisasi di sektor UMKM mencapai Rp5,83 triliun kepada 5,8 juta debitur.

"Inilah yang sekarang ini kita dorong terus sehingga mempercepat para pengusaha segera bangkit. Kita beri waktu lebih longgar yang sebelumnya Maret 2021 menjadi Maret 2022, sehingga memiliki ruang untuk mengembalikan para debitur menjadi normal lagi," katanya.

Wimboh melanjutkan, berbagai indikasi menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi domestik mulai terlihat. Sumber pertumbuhan terutama didorong oleh UMKM. Segmen korporasi memberik kontribusi pertumbuhan tetapu memang ada kendala karena produksi belum digenjot secara penuh karena permintaan belum bisa menyerap penuh.

Untuk itu, di antara kebijakan yang menjadi prioritas OJK yakni tetap fokus kepada UMKM dengan menerapkan teknologi, baik dari sisi akses, penilaian, maupun memperluas akses melalui pasar modal. Tidak hanya pembiayaan, UMKM akan dibawa masuk ke dalam environtment teknologi.

OJK akan membawa digitalisasi UMKM melalui platform UMKMMU. Dengan demikian, lanjutnya, fokus yang akan dilakukan OJK yakni bagaimana membantu UMKM, tidak hanya pada pembiayaan tetapi juga penjualan melalui kerja sama dengan berbagai platform yang ada.

"Kita bekerja sama dengan pemerintah daerah. Ini platform non-komersial, bebas fee seluruh peserta UMKM. Sudah dicoba beberapa bulan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan umkm OJK
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top