Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Bicara soal Kriteria Ideal Calon Bos BTN (BBTN)

Emiten dengan kode saham BBTN tersebut kini menunggu kedatangan direktur utama baru, setelah ditinggal Pahala Nugraha Mansury yang menjadi Wakil Menteri BUMN.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  19:46 WIB
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. diperkirakan tidak memiliki isu berat dapat dalam menentukan posisi direktur utamanya. Namun, kemampuan kepemimpinan dalam ekspansi KPR dan konsolidasi semua pemangku kepentingan perlu dimiliki.

Ekonom senior Aviliani menyampaikan perbaikan kinerja dalam kepemimpinan direktur utama sebelumnya Pahala Nugraha Mansury tergolong cukup baik.

Permasalahan tata kelola sebelumnya banyak menjadi keluhan dapat diselesaikan. Bahkan BTN kembali mampu memperbaiki kinerja serta pertumbuhan laba pada masa pandemi.

Menurutnya, saat ini BTN tidak memiliki isu genting dalam pemilihan posisi direktur utamanya, baik dari dalam maupun dari luar perseroan. BTN saat ini pun memiliki banyak talent pool yang mumpuni dalam mengemban tugas peningkatan kepemilikan rumah di Indonesia.

"Menurut saya tidak ada ada isu dalam pemilihan direktur utama ini. Sejauh ini kan juga sudah ada banyak dari luar. BTN juga merupakan perusahaan terbuka yang SDM-nya berkualitas," sebutnya, Senin (18/1/2021).

Aviliani menyampaikan kemampuan kepemimpinan calon direktur baru perlu dipertahankan. Direktur utama baru tak hanya bisa mempertahankan tata kelola baik tetapi juga ekspansi yang lebih agresif ke depannya.

"Direktur baru nanti harus mampu membawa nuansa baru. Apalagi mereka baru melewati masa reformasi besar-besaran. Harus ada kebaruan dan komitmen untuk mengembangan properti perumahan lebih lanjut," sebutnya.

Di samping itu, menurut Aviliani kemampuan dirut baru dalam menggalang dukungan semua pihak termasuk dengan serikat pekerja.

"Serikat pekerja mereka kuat. Dirut baru harus mampu membawa orang dalam ikut bersama-sama berkontribusi mengembangkan BTN lebih lanjut," sebutnya.

Direktur PT Anugerah Mega Investama sekaligus dosen FEB Trisakti dan MET Atmajaya Hans Kwee mengatakan Bank BTN saat ini hanya perlu menjaga kinerja.

"Kinerja fundamental BTN saat ini sudah bagus, dan saya rasa itu hanya perlu dipertahankan oleh calon direktur utama berikutnya," katanya.

Meski demikian, Hans tetap mengkhawatirkan perkembangan pandemi corona tahun ini. Di tengah distribusi vaksin mulai gencar, peningkatan jumlah pasien terus menghambat apresiasi investor.

"Jika pemerintah bisa berhasil membuktikan keefektifan vaksin dan distribusinya, bukan tidak mungkin apresiasi akan datang lebih tinggi," sebutnya.

Adapun, emiten dengan kode saham BBTN tersebut kini menunggu kedatangan direktur utama baru, setelah ditinggal Pahala Nugraha Mansury yang hijrah menjadi Wakil Menteri Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN).

Nixon L.P. Napitupulu yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank BTN memiliki peluang kuat untuk mengisi posisi BTN1. Ada pula nama Handayani yang saat ini bertugas di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Sumber Bisnis menyampaikan saat ini hanya 2 nama tersebut yang cukup nyaring dibicarakan. "Dua nama itu saja Nixon dan Handayani. Sempet ada yang menyebut nama Sis Apik Wijayanto, tapi pak Nixon sudah dipanggil Setpres juga. Yang jelas ini menunggu RUPS tahunan," sebutnya, Senin (18/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn pahala mansury bank bumn aviliani
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top