Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank OCBC NISP Bakal Buyback Sahamnya. Untuk Apa?

Perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan pembelian kembali saham adalah maksimal Rp500 juta, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  08:58 WIB
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk. akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan nilai maksimal Rp500 juta, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (22/2/2021), Direktur Bank OCBC NISP Hartati menguraikan pihak-pihak yang bertransaksi adalah perseroan dan pemegang saham publik. Hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi merupakan pihak ketiga.

Perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan pembelian kembali saham adalah maksimal Rp500 juta, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait.

Tujuan transaksi yakni pembelian kembali saham dilakukan perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel atas kinerja tahun 2020 kepada manajemen dan karyawan perseroan untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45/POJK.03/2015 tentang penerapan tata kelola dalam pemberian remunerasi bagi bank umum.

Pelaksanaan pembelian kembali saham dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable kepada manajemen dan karyawan ini juga sesuai dengan POJK No. 30/POJK.04/2017 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka serta akan dilaksanakan dengan mengikuti dan tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham perseroan tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan," terangnya dalam pengumuman.

Lebih lanjut, perseroan akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 6 April 2021. Salah satu agendanya berupa rencana perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham-saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan dan tercatat pada Bursa Efek.

Pembelian kembali saham akan dilakukan dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya pembelian kembali saham perseroan oleh RUPST. Saham perseroan yang akan dibeli kembali maksimum 0,002% dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh atau maksimum 436.000 lembar saham. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan ocbc nisp emiten bank
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top