Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gerak Saham Bank Mini: BBHI Naik 6,25 Persen, BNBA Kebanting -6,94 Persen

Di antara koreksi saham bank mini, terdapat beberapa bank yang mencatatkan penguatan.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  16:16 WIB
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas saham bank-bank cilik kembali menunjukkan kinerja korektif hari ini. Hal ini pun menjadi salah satu pendorong IHSG turun 0,87 persen menjadi 6.301 pada perdagangan hari ini, Senin (22/2/2021).

Namun, di antara koreksi saham bank mini, terdapat beberapa bank yang mencatatkan penguatan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, setidaknya ada 10 bank kecil yang menunjukkan penurunan saham pada hari ini.

Emiten tersebut antara lain AGRO yang terkoreksi 0,40 persen ke level 1.245, BBSI -0,61 ke 1.640, ARTO -4,31 persen menjadi 10.000, AGRS -6,34 persen menjadi 655, dan BMAS -6,58 persen menjadi 1.065.

Lalu ada saham BACA terkoreksi 6,61 persen menjadi 565, INPC -6,61 persen menjadi 226, BGTG -6,63 persen menjadi 155, BVIC -6,86 persen menjadi 190, dan BNBA -6,94 persen menjadi 2.680

Kendati demikian, ada emiten bank kecil yang naik seperti saham BBHI yang menguat 6,25 persen menjadi 1.700, BBYB 2,78 persen menjadi 555, BINA 5,32 persen menjadi 1.485, DNAR 1,74 persen menjadi 234.

Pergerakan Saham Bank Kecil, Senin (22/3/2021)

SahamPerubahan (%)Harga
BBHI6,251.700
BINA5,321.485
BBYB2,78555
DNAR1,74234
AGRO-0,401.245
BBSI-0,611.640
ARTO-4,3110.000
AGRS-6,43655
BMAS-6,581.065
BACA-6,61565
INPC-6,61226
BGTG-6,63155
BVIC-6,86190
BNBA-6,942.680

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyampaikan apresiasi saham bank-bank calon neo bank hanya berdasarkan ekspektasi bukan realisasi kinerja.

"Perlu diingat bahwa kenaikan saham bank-bank ini terjadi secara tiba-tiba berdasarkan euforia semata dan euforia itu pun terjadi berlebihan. Maka sangat wajar jika terjadi koreksi signifikan dan menyentuh ARB," katanya.

Dia menjelaskan bank-bank tersebut belum terbukti mampu menorehkan kinerja positif. Bahkan ekspektasi bank-bank ini lebih signifikan pasca penyuntikan modal pun masih menjadi pertanyaan.

Reza juga menyampaikan bank-bank besar saat ini sudah terbukti mampu melakukan perbaikan digital baik dari segi operasional maupun layanannya.

Bank-bank kecil masih perlu melakukan pengembangan digital dari awal sehingga membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Untuk berkompetisi dengan bank besar, bank-bank yang berkomitmen menjadi bank digital ini pun harus mengalokasikan dana yang tak sedikit dalam pemasarannya untuk menarik perhatian masyarakat.

"Pada saatnya mereka akan berkompetisi pada pasar yang sama, dan harus berhadapan dengan aturan perbankan yang ketat pula. Itu tidak mudah. Kalau dibilang ada yang gugur, ya bisa saja, tetapi tetap relatif. Tergantung kemampuan modal mereka," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG perbankan saham bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top