Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Analisis di Balik Kenaikan Rasio Dividen Bank BRI (BBRI)

Rasio pembayaran dividen BRI sebesar 65 persen untuk tahun buku 2020, meningkat dari tahun buku 2019 yang sebesar 60 persen
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  07:59 WIB
Gedung BRI - bri.co.id
Gedung BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada Kamis (25/3/2021), menyetujui dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham senilai Rp12,12 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 65 persen dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2020 sebesar Rp18,65 triliun. Adapun, sisanya sebesar 35 persen dari laba bersih atau sejumlah Rp6,52 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyampaikan rasio pembayaran dividen sebesar 65 persen untuk tahun buku 2020, meningkat dari tahun buku 2019 yang sebesar 60 persen. Berdasarkan laporan tahunan 2019, dividend payout rasio tersebut juga lebih tinggi dari tahun buku 2016 yang sebesar 40 persen, 2017 sebesar 45 persen, dan 2018 sebesar 50 persen.

Head of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menilai meningkatnya rasio pembayaran dividen tidak akan mengganggu permodalan perseroan. Sebab, Bank BRI memiliki permodalan yang solid dan juga akan mendapatkan tambahan aset terkait rencana holding ultra mikro.

Menurutnya, dividend payout ratio yang meningkat sebagai upaya bank memberikan jumlah dividen yang lebih besar kepada pemerintah. Hal ini mengingat kinerja perbankan turun dikarenakan dampak pandemi Covid-19.

"Pemerintah membutuhkan jumlah dividen yang lebih besar mengingat turunnya performa BBRI dan BMRI yang biasanya memberikan laba bersih yang tinggi, karena pandemi. Dividend payout ratio BBRI dan BMRI biasanya lebih tinggi dibandingkan BBNI," katanya, Kamis (25/3/2021).

Selain BBRI dengan rasio dividen 65 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menetapkan rasio dividen 60 persen dari laba 2020. Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. tidak membagikan dividen.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. baru akan menggelar RUPST pada 29 Maret 2021. Jika melihat rasio dividen untuk tahun buku 2018 dan 2019, masing-masing sebesar 25 persen dari laba.

Menurutnya, kenaikan rasio dividen BRI bakal disambut gembira para investor, tetapi dari sisi dividen yield-nya tidak setinggi BMRI.

Dengan harga penutupan hari ini (25/3/2021), dividend yield BRI sebesar 2,13 persen, sedangkan dividend yield BMRI di level 3 persen.

"Harga BBRI sudah lebih tinggi dari pre Covid-19, sedangkan dividennya jauh lebih rendah dari 2019," imbuhnya.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan bank pelat merah turut terdampak pandemi yang menyebabkan labanya turun pada tahun lalu. Jika tetap mempertahankan rasio dividen yang sama, maka dividen yang disetor akan jauh dari target.

Di sisi lain, pemerintah di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan dukungan dana untuk menutup kekurangan dari APBN. "Ini yang membuat rasio dividen BRI lebih tinggi dari tahun sebelumnya," katanya.

Trioksa menambahkan pembagian dividen tersebut juga akan berdampak positif untuk mengembalikan kepercayaan pasar ke industri keuangan dan perbankan di Indonesia di tengah sentimen penurunan bursa saham.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri dividen bank bumn kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top