Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sah! GIC Singapura jadi Pemegang Saham Bank Jago (ARTO)

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada BEI pada Kamis (25/3/2021), manajemen Bank Jago menyampaikan adanya perubahan pemegang saham perseroan per 24 Maret 2021.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  09:55 WIB
Logo Bank Jago - Istimewa
Logo Bank Jago - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Komposisi pemegang saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mengalami perubahan usai aksi korporasi penerbitan saham baru atau rights issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (25/3/2021), manajemen Bank Jago menyampaikan adanya perubahan pemegang saham perseroan per 24 Maret 2021.

Perubahan ini terjadi seiring dengan masuknya GIC (Government of Singapore Investment Corporation Private Limited), lembaga dana investasi miliki pemerintah Singapura.

Struktur pemegang saham Bank Jago terbaru yaitu PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia sebesar 29,81 persen, Wealth Track Technology Limited 11,69 persen, PT Dompet Karya Anak Bangsa 21,40 persen, GIC Private Limited 9,12 persen, dan publik 27,99 persen.

Sebelum GIC masuk, pemegang saham ARTO terdiri dari PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 37,65 persen, Wealth Track Technology Limited 13,35 persen, PT Dompet Karya Anak Bangsa 22,16 persen, dan publik sebesar 26,84 persen.

Adapun, ARTO menggelar penawaran umum saham terbatas (PUT) II dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan Rp2.350 dan masa perdagangan HMETD berlangsung pada 10-17 Maret 20201. Melalui aksi ini, terdapat penambahan sebanyak 2,09 miliar saham.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Jago Kharim Gupta Siregar menjelaskan sekitar 97 persen dari dana perolehan rights issue digunakan untuk ekspansi bisnis.

Hal ini meliputi partnership lending, integrasi apps, pengembangan apps, kolaborasi dengan digital ecosystem, dan pendirian unit usaha syariah. Sementara sisanya sekitar 2 persen digunakan untuk pengembangan TI dan 1 persen lainnya untuk pengembangan sumber daya manusia.

"Rencana kami setelah rights issue kedua ini adalah dalam waktu dekat akan meluncurkan Jago Apps yaitu aplikasi Bank Jago untuk individu," katanya.

Karim menjelaskan hal tersebut sesuai dengan strategi jangka panjang perseroan terus melakukan kolaborasi dengan eksosistem digital.
Perseroan juga akan melakukan integrasi antara aplikasi Bank Jago dengan ekosistem digital.

Selain menyasar nasabah individu, ARTO juga segera meluncurkan aplikasi Bank Jago yang menyasar segmen bisnis. Karim tidak menjelaskan rinci jumlah pasar yang dapat digarap dari integrasi tersebut. Namun, dia meyakini jumlahnya sangat besar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemegang saham saham bank bank jago rights issue
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top