Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BSI Incar Penguatan Bisnis Lewat Pembiayaan Segmen Konsumer

Pembiayaan mitra guna berbasis payroll di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan BUMN maupun profesi lainnya sudah memberikan kontribusi ke pertumbuhan bisnis Bank Syariah Indonesia. Selain itu, perseroan mengincar penguatan UMKM.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  12:00 WIB
Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan mengincar penguatan penyaluran pembiayaan pada segmen konsumer yang sudah tumbuh positif pada kuartal I/2021.

"Pembiayaan konsumer dan retail ini terdiri dari (kredit) mitra guna berbasis payroll yang selama ini pertumbuhannya bagus secara kualitas," kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis (6/5/2021). 

Dia memaparkan saat ini pembiayaan mitra guna berbasis payroll di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan BUMN maupun profesi lainnya sudah memberikan kontribusi ke pertumbuhan pembiayaan. Selain itu, tambah Hery, BSI akan mengincar penguatan di sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan mikro yang selama ini juga tercatat tumbuh positif dan membantu kinerja penyaluran pembiayaan.

"Kita juga masuk ke linkage dan value chain UKM (SME) yang terbukti menjadi champion di daerah masing-masing, termasuk mikro kita tetap masuk, terutama yang produktif, selektif dan terjaga dari sisi kualitas," katanya.

Kemudian, fokus pembiayaan di kuartal selanjutnya adalah kepada sektor wholesale lainnya yang selektif dan sudah terbukti aman seperti sektor yang mendapatkan penjaminan dari pemerintah maupun sektor yang mampu tumbuh positif.

"Kita banyak bekerja sama untuk underwriter pembiayaan yang sudah mendapat jaminan pemerintah seperti infrastruktur jalan, termasuk industri yang secara pertumbuhannya positif seperti healthcare, RS, industri rill maupun BUMN obat-obatan, elektronik dan pendidikan," ujar Hery.

Dengan upaya tersebut, BSI memperkirakan pertumbuhan kredit pada akhir tahun bisa mencapai kisaran 9-10 persen, dengan harapan pembiayaan yang sudah tumbuh double digit dapat terus bertahan.

Dalam kesempatan ini, BSI memaparkan kinerja pembiayaan pada kuartal I/2021 sebesar Rp159 triliun atau tumbuh 14,74 persen (yoy) yang antara lain didukung oleh sektor retail, terutama sektor konsumer, mikro maupun gadai. Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer Rp71,6 triliun (45 persen dari total pembiayaan), korporasi Rp37,3 triliun (23,5 persen), segmen kecil dan menengah Rp20,8 triliun (13,1 persen), mikro Rp15 triliun (9,4 persen) dan komersial Rp9,6 triliun (6,1 persen).

Seiring dengan adanya kenaikan bisnis, BSI tetap menjaga kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan tren penurunan kredit bermasalah (NPF gross) dari 3,35 persen di kuartal I/2020 menjadi 3,09 persen.  BSI juga telah menyalurkan pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga Rp8,6 triliun per 31 Maret 2021, atau 2,8 kali dari penempatan dana PEN oleh pemerintah sebesar Rp3 triliun untuk 63.000 debitur.

Perseroan ikut membantu nasabah yang terkena dampak Covid-19 dengan melakukan restrukturisasi pembiayaan kepada 96.000 nasabah sebesar Rp22,07 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60.000 nasabah merupakan pelaku UMKM dengan restrukturisasi mencapai Rp7,96 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan bank syariah kredit

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top