Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran Danamas Terdongkrak Pinjaman Singkat Sektor Produktif

Kenaikan jumlah konsumsi pada periode Lebaran turut berdampak mengerek penyaluran pinjaman yang diberikan oleh perusahaan fintech yang bermain di sektor produktif.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  21:03 WIB
Penyaluran Danamas Terdongkrak Pinjaman Singkat Sektor Produktif
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Periode peningkatan konsumsi masyarakat selama masa libur Lebaran turut mendongkrak kinerja platform teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending yang bermain di sektor produktif.

Masa Ramadan 1442 H dan libur Lebaran 2021 identik dengan belanja online yang tampak menguntungkan platform pinjam-meminjam sektor konsumtif, baik di lini multiguna tunai ataupun paylater. Namun, selain sektor konsumsi, kalangan pelaku usaha pun membutuhkan pinjaman untuk arus kas dalam menangani kenaikan konsumsi.

Hal ini dibuktikan oleh platform PT Pasar Dana Pinjaman atau Danamas, yang telah membukukan akumulasi penyaluran pinjaman lebih dari Rp1,25 triliun sepanjang tahun berjalan 2021, atau telah melampaui target tahunannya.

Direktur Utama Danamas sekaligus Direktur PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) Dani Lihardja menjelaskan bahwa fenomena ini terdorong oleh meningkatnya jumlah pinjaman singkat.

"Kalau dihitung dari produksi loan memang besar. Apalagi, Danamas kreditnya jangka waktunya singkat, cuma 1 atau 2 minggu. Jadi kalau putaran singkat gitu ya, cepet naik nominalnya. Tapi outstanding-nya masih tidak terlalu besar," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/5/2021).

Dalam statistik terpublikasi dalam laman resmi Danamas, kinerja platform sejak resmi beroperasi tercatat telah berhasil merangkul 227.162 pemodal (lender), dan menyalurkan akumulasi pinjaman mencapai Rp3,59 triliun kepada 1,4 juta peminjam (borrower). Sisa outstanding mencapai Rp400,05 miliar kepada 1,22 juta peminjam aktif.

Dani menjelaskan bahwa kebutuhan pinjaman singkat terdorong oleh kebutuhan modal segmen borrower andalan Danamas yang berbasis ekosistem keagenan. Antara lain, seperti agen pulsa, logistik, petani buah, dan peternak.

Khusus pada periode ini, pendongkrak kinerja terbesar perseroan terutama disumbang sektor yang berhubungan erat dengan aktivitas belanja online masyarakat. Hal ini karena Danamas memiliki segmen borrower yang bergerak di bidang agen pengiriman barang, dan penyedia layanan cash on delivery [COD].

"Tambahan [pendongkrak kinerja] terutama untuk logistik pengiriman barang dan pembelian cash on delivery [COD]. Layanan COD itu kan jasa pengiriman membayar lebih dahulu ke seller, dan baru dibayar kembali kalau buyer sudah terima barangnya. Itu bisa kita pinjami dulu," tambahnya.

Platform yang dimiliki oleh SMMA (66,66 persen) dan raksasa manufaktur Itochu Corporation Japan (33,34 persen) ini memang memfokuskan diri melayani pinjaman modal bernilai kecil kepada pelaku usaha unbankable.

Danamas memiliki inovasi menggandeng korporasi besar, sehingga penyaluran kebutuhan modal kepada borrower bisa tersalurkan tidak dalam bentuk tunai, namun langsung berupa aset, seperti saldo pulsa, bibit, atau pupuk. Dani mengungkap nantinya, borrower yang sudah membutuhkan pinjaman lebih besar untuk meningkatkan usahanya, Danamas akan mengarahkan mereka ke perbankan atau multifinance bagian ekosistem SMAA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan pinjaman fintech
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top