Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham BKSW, BBHI, dan BNBA Terbang Sentuh ARA, Sentimen Go Digital?

Pada hari ini, dalam sebuah diskusi virtual OJK menyebutkan saat ini ada 7 bank yang dalam proses go digital atau menjadi bank digital.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  14:28 WIB
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Saham tiga bank kecil, yaitu PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) , PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW), dan PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) terbang hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada siang hari ini.

Hingga pukul 14.00, saham BNBA menyentuh level 1.065 atau naik 24,56 persen, sedangkan saham BBHI menguat 24,84 persen ke level 1.935.

Saham Bank Bumi Arta diperdagangkan sebanyak 63,21 juta saham dengan turnover senilai Rp62,75 miliar. Pada perdagangan hari ini, BNBA diperdagangkan pada rerata harga 991,30 dan memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp2,44 triliun.

Sementara, BBHI bergerak di rentang 1.570-1.935 dengan dengan volume yang diperdagangkan sebanyak 20,07 juta saham dan turnover senilai Rp35,89 miliar. Rerata harga saham BBHI tercatat sebesar 1.786,10 dengan kapitalisasi pasar Rp8,10 triliun.

Sementara itu, BKSW menguat 30,94 persen ke level 182 dengan volume sebanyak 122,43 juta saham dengan turnover senilai Rp21,03 miliar. Bank QNB pun tercatat memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp3,72 triliun.

Pada hari ini, dalam sebuah diskusi virtual OJK menyebutkan saat ini ada 7 bank yang dalam proses go digital atau menjadi bank digital.

Deputi Direktur Basel dan Perbankan Internasional OJK Tony mengatakan transaksi perbankan melalui mobile app semakin marak dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berdampak semakin jarang masyarakat yang pergi ke kantor cabang, sehingga bank mulai mengurangi sejumlah kantor dan berakhir ke digital banking.

Fenomena tersebut tidak terjadi di Indonesia, tetapi hampir seluruh negara di dunia. Di berbagai negara muncul konsep digital bank, neo bank, maupun challenger bank.

"Pada intinya ini adalah bank-bank yang memanfaatkan digital teknologi untuk memberikan layanan kepada masyarakat," terangnya dalam diskusi virtual, Kamis (10/6/2021).

Tony melanjutkan di Indonesia sejumlah bank mengklaim sebagai bank fully digital atau akan mentrasnformasikan diri menjadi bank fully digital. Dia menyebut ada 7 bank yang dalam proses go digital dan 5 bank telah menobatkan diri menjadi bank digital.

Sejumlah bank yang dalam proses go digital yakni Bank BCA Digital, PT BRI Agroniaga Tbk., PT Bank Neo Commerce Tbk., PT Bank Capital Tbk., PT Bank Harda Internasional Tbk., PT Bank QNB Indonesia Tbk., dan PT KEB HanaBank.

Sementara, bank-bank yang telah menyatakan diri sebagai bank digital yakni Jenius dari Bank BTPN, Wokee dari Bank Bukopin, Digibank dari Bank DBS, TMRW Bank UOB, dan Jago dan Bank Jago.

Secara kelembagaan bank di OJK, imbuh Tony, hanya terdapat bank umum dan BPR. Adapun, kehadiran bank digital merupakan bagian dari bisnis model bank tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bank bank bumi arta Bank Harda Bank QNB Indonesia Bank Digital
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top