Bank Capital (BACA) Cetak Laba Rp11,60 Miliar Semester I/2021, Pendapatan Bunga Minus

Meski ada penurunan pendapatan bunga, emiten berkode saham BACA ini mencatat kenaikan jumlah penghasilan operasional lainnya sebesar 176% yoy, dari Rp177,49 miliar menjadi Rp491,10 miliar.
Pekerja tampak beraktivitas di depan kantor dengan logo Bank Capital./Istimewa
Pekerja tampak beraktivitas di depan kantor dengan logo Bank Capital./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Capital Indonesia Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp11,60 miliar untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2021. Laba tersebut turun 77,68% dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp51,98 miliar.

Berdasarkan penyampaian laporan interim yang tidak diaudit kepada Bursa, Senin (2/8/2021), Bank Capital tetap dapat mencetak laba bersih, meski pendapatan bunga bersihnya tercatat minus.

Pendapatan bunga per 30 Juni 2021 tercatat Rp460,42 miliar, atau turun 40,4% secara yoy. Sementara beban bunga Bank Capital sebesar Rp699,29 miliar, atau naik 36,87% yoy. Alhasil, pendapatan bunga bersih pada semester I/2021 tercatat minus Rp238,87 miliar.

Meski ada penurunan pendapatan bunga, emiten berkode saham BACA ini mencatat kenaikan jumlah penghasilan operasional lainnya sebesar 176% yoy, dari Rp177,49 miliar menjadi Rp491,10 miliar.

Peningkatan pendaptan tersebut berasal dari keuntungan atas transaksi efek-efek yang diperdagangkan naik signfikan dari Rp858 juta menjadi Rp33,67 miliar. Selain itu, ada peningkatan signifikan dari komponen pendapatan lain-lain yang melesat 170% yoy menjadi Rp454,17 miliar.

Adapun, pemulihan dari kerugian penurunan nilai atas aset keuangan sebesar Rp8,30 miliar. Selanjutnya, beban operasional meningkat 31% yoy menjadi Rp241,50 miliar.

Sehingga, perseroan membukukan laba operasional bersih sebesar Rp19,03 miliar per 30 Juni 2021, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp68,63 miliar.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Capital mencatat jumlah kredit turun 34% ytd menjadi Rp4,21 triliun per 30 Juni 2021. Di sisi lain, jumlah simpanan dari nasabah meningkat 29% ytd menjadi Rp21,13 triliun. Sehingga jumlah aset naik dari Rp20,22 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp23,76 triliun per 30 Juni 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Azizah Nur Alfi
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper