Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Semester I/2021: BPD Masih Tumbuh Moncer

Pertumbuhan kredit yang signifikan menjadi pendongkrak capaian laba sejumlah bank pembangunan daerah (BPD). Hal ini setidaknya tercermin dari laporan keuangan lima BPD.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 02 Agustus 2021  |  06:28 WIB
Kinerja Semester I/2021: BPD Masih Tumbuh Moncer
Karyawan melayani nasabah di Kantor Bank BJB Cabang Tamansari, Bandung, Jawa Barat. - JIBI/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencatat pertumbuhan kredit yang signifikan, sehingga mendongkrak perolehan laba perseroan pada semester I/2021.

Hal ini tampak dari setidaknya lima BPD yang telah merilis kinerja keuangannya. Salah satunya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) yang membukukan pertumbuhan laba 14,42% yoy menjadi Rp924,42 miliar per 30 Juni 2021.

Sektor kredit merupakan ujung tombak perseroan dalam mendongkrak pendapatan. Kredit Bank tercatat tumbuh 6,7% yoy menjadi Rp91,25 triliun.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan perseroan sebenarnya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 7,3% - 7,4% pada akhir Juni 2021. Namun, adanya pelunasan satu debitur besar senilai Rp1 triliun di akhir bulan kemarin, sehingga membuat kredit tumbuh 6,7%.

"Di akhir Juni kemarin kami ada pelunasan satu debitur jalan tol bersama sindikasi BCA yang diambil alih oleh Bank Mandiri dan BNI, angkanya hampir Rp1 triliun. Jadi kalau itu tidak terjadi, angkanya [kredit] bisa di atas 7,2%-7,3%. Jadi sebenarnya pertumbuhan masih oke di sekitar 7%," katanya pekan lalu.

Yuddy memerinci kredit yang tumbuh signfikan di paruh pertama tahun ini terutama berasal dari segmen UMKM yang tumbuh 17,42% yoy. Selanjutnya, segmen KPR tumbuh sekitar 12,45%, diikuti segmen ritel tumbuh 7,76%.

Adapun, segmen korporasi komersial tumbuh sekitar 8,7%. Jika tidak ada pelunasan debitur besar tersebut, lanjut dia, kredit di segmen korporasi mampu tumbuh di atas 9,5%.

Yuddy optimistis pertumbuhan di paruh pertama dapat berlanjut di semester II ini. Meski ada kebijakan PPKM Darurat, perseroan meyakini kredit masih mampu tumbuh di atas 6%. Apalagi pemerintah telah melakukan penyesuaian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan level di masing-masing wilayah.

"OJK sudah menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit dari 6,5%-8,5% menjadi 6%. Jadi untuk Bank BJB dengan pertumbuhan di semester I sebesar 6,7%, rasanya kami masih bisa di atas proyeksi OJK," imbuhnya.

Selain Bank BJB, sejumlah BPD lain juga mencatatkan pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri. Misalnya, Bank Nagari yang tumbuh 7,02%, diikuti Bank Lampung sebesar 5,80%, Bank Sulutgo sebesar 3,76%, dan Bank Sumut 2,97% yoy.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bank Indonesia, kredit yang disalurkan perbankan pada Juni 2021 tumbuh 0,4% yoy, berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang -1,3% yoy.

Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Ridwan mengatakan segmen kredit yang mengalami peningkatan diantaranya kredit konsumsi seperti kredit multi guna dan KPR. Berikutnya, segmen kredit produktif untuk modal kerja yang menyasar sektor pelaku usaha UMKM.

Dia menambahkan perseroan ikut serta dalam menyalurkan kredit yang merupakan program pemerintah seperti kredit dari dana PEN yang telah terealisasi Rp1,1 triliun kepada 6.990 debitur. Selain itu Bank Sumut terus melakukan ekspansi dengan menyasar sektor UMKM yang masih potensial untuk berkembang terutama di daerah.

Di sisi lain, meski membukukan pertumbuhan kredit, tetapi laba Bank Sumut terkontraksi pada paruh pertama tahun ini. Syahdan menjelaskan pertumbuhan laba yang terkontraksi pada semester pertama akibat dari dampak pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan laba Bank Sumut yang sedikit minus di semester I/2021 ini di antaranya karena kondisi perekonomian nasional yang secara umum belum membaik diakibatkan pandemi Covid-19 sehingga sedikit mempengaruhi kemampuan debitur," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data OJK, laba BPD masih moncer hingga April 2021. BPD tercatat menjadi satu-satunya kelompok bank yang labanya masih tumbuh, dibandingkan dengan kelompok bank lain yang labanya terkontraksi.

Laba bersih BPD sebesar Rp4,35 triliun hingga April 2021. Jumlah tersebut tumbuh 5,48% secara yoy.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menjelaskan portofolio kredit BPD didominasi kredit konsumer untuk ASN. Hal ini membuat pertumbuhan kredit dan kualitas kreditnya terjaga, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan laba.

"Tapi yang perlu menjadi perhatian bagi BPD adalah bank daerah juga memiliki fungsi bagaimana menggairahkan ekonomi di daerah tersebut melalui penyaluran kredit UMKM. Ini yang perlu peran aktif dari BPD," katanya belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank perbankan kredit penyaluran kredit
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top