Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target 5 Juta Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Incar Pekerja UMKM

BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek terus mengincar pekerja dari sektor UMKM untuk mencapai target lima juta peserta setiap tahun.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 06 September 2021  |  12:39 WIB
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Subchan Gatot (tengah) didampingi Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palembang Ikbar Saloma (kedua kiri), PPS Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Mayriwan Eka Putra (kanan) memberikan keterangan terkait kepesertaan di sektor UMKM.  - Bisnis/Dinda Wulandari
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Subchan Gatot (tengah) didampingi Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palembang Ikbar Saloma (kedua kiri), PPS Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Mayriwan Eka Putra (kanan) memberikan keterangan terkait kepesertaan di sektor UMKM. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek terus mengincar pekerja dari sektor UMKM untuk mencapai target lima juta peserta setiap tahun. 

Dewan Pengawas BPJamsostek Subhan Gatot mengatakan jumlah tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga. 

“Kita masih 30 persen dari total penduduk, sementara Malaysia dan Singapura sudah 70 persen. Makanya kami menyasar UMKM karena ada 60 juta masyarakat kita bergerak di sektor itu,” paparnya usai Peringatan Hari Pelanggan Nasional 2021 di Palembang, Senin (6/9/2021).

Strategi perlindungan pekerja di sektor informal tersebut, kata dia, telah diterapkan Malaysia dan Singapura, sehingga cakupan kepesertaan jaminan sosial untuk tenaga kerja di negara tersebut sudah tinggi. 

Dia mengemukakan, BPJamsostek telah diberi target oleh Presiden RI Joko Widodo untuk mengejar ketertinggalan itu, di mana dalam kurun 5 tahun, kepesertaan harus mencapai 50 persen. 

Subhan mengatakan sektor UMKM masih sangat potensial untuk digarap. Meskipun pihaknya menilai untuk menjaring peserta dari sektor tersebut juga cukup menantang.

“Kalau industri menengah ke atas sudah loyal terhadap jaminan sosial, apalagi ada prasyarat dalam undang-undang ketenagakerjaan,” katanya.

Sementara untuk sektor informal, pihaknya harus bekerja ekstra lewat kolaborasi dengan berbagai pihak. Pendekatan yang diterapkan pun, kata Subhan, berbeda dengan sektor formal.

“Harus ada pengenalan dulu tentang jaminan sosial tenaga kerja, apa saja manfaat yang akan didapat. 

Oleh karena itu, untuk menarik kepesertaan, BPJAMSOSTEK akan melakukan beragam strategi termasuk melibatkan kalangan asosiasi.

Dia mencontohkan seperti di Kota Palembang, diperkirakan memiliki ribuan pelaku UMKM sektor kuliner pempek dan pembuatan songket.

“Saya sempat berkomunikasi dengan para penjual kain songket, ternyata mereka belum mengetahui bahwa ada program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang iurannya hanya Rp16.000 per bulan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Palembang Ikbar Saloma menambahkan terdapat 6.909 perusahaan aktif yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

“Dari jumlah itu, 5.800 merupakan perusahaan di sektor UMKM. Angka itu pun masih belum banyak karena ekonomi kita ini ditunjang oleh sektor UMKM,” katanya.

Adapun jumlah tenaga kerja aktif bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal tercatat sebanyak 32.264 orang. Angka tersebut sudah mencapai 72 persen dari target yang dipatok sebanyak 44.801 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm BP Jamsostek jaminan sosial tenaga kerja bpjs ketenagakerjaan
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top