Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Fintech Lending Moncer, AFPI Ungkap Faktor Pendorongnya

Peningkatan literasi keuangan dan literasi digital masyarakat berperan besar terhadap keberhasilan industri teknologi finansial pendanaan bersama atau peer-to-peer (P2P) lending melampaui target penyaluran pinjaman Rp100 triliun pada 2021.
Ilustrasi teknologi finansial/Flickr
Ilustrasi teknologi finansial/Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut peningkatan literasi keuangan dan literasi digital masyarakat berperan besar terhadap keberhasilan industri teknologi finansial pendanaan bersama atau peer-to-peer (P2P) lending melampaui target penyaluran pinjaman Rp100 triliun.

Sebagai gambaran, AFPI sebelumnya menargetkan penyaluran pinjaman Rp100 triliun sepanjang 2021, karena pada periode pandemi atau periode 2020, para pemain industri fintech P2P lending berhasil menyalurkan Rp74,41 triliun.

Terkini, berdasarkan data perkembangan industri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2021, penyaluran pinjaman yang diterima borrower atau peminjam sejak awal tahun bahkan telah mencapai Rp101,51 triliun.

Juru Bicara AFPI Andi Taufan Garuda Putra beberapa faktor turut mempengaruhi akselerasi penyaluran pinjaman dari perusahaan fintech, terutama mulai meningkatnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat, tingkat literasi digital, serta pemanfaatan teknologi.

"Peningkatan pada literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi daya serap penyaluran pinjaman. Masyarakat mulai menyadari adanya alternatif untuk mendiversifikasi portofolionya melalui fintech. Begitu pula untuk para borrower, mereka sangat terbantu dengan platform teknologi dalam menyediakan layanan keuangan inklusif," ujarnya, Rabu (6/10/2021).

Di samping faktor literasi dan inklusi keuangan, menurutnya kondisi pandemi juga punya peran besar dalam mempercepat adaptasi terhadap digitalisasi dan penetrasi fintech.

"Pembatasan mobilitas berdampak kepada ekonomi masyarakat. Alhasil, mereka mulai mencari alternatif untuk mendapatkan penghasilan. Misalnya, dengan melakukan pinjaman di fintech lending untuk memulai bisnis, atau sebagai lender yang mengembangkan aset finansialnya dengan mendanai di instrumen P2P lending sehingga memperoleh passive income," tambahnya.

Ke depan, AFPI berharap industri terus berkontribusi dalam mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi. Pasalnya, fintech punya kekuatan khusus di bidang teknologi, yang notabene mampu menjangkau khalayak lebih luas.

Pasalnya, industri yang kini diisi oleh 116 pemain, baik dari klaster produktif, multiguna, maupun syariah ini umumnya memiliki tujuan dan konsep bisnis yang berbeda-beda, sehingga dapat menjangkau berbagai segmen dan kalangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper