Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beli Asuransi Kesehatan

Supaya di kemudian hari tidak merasa tertipu dan dirugikan, berikut sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum membeli produk asuransi kesehatan.
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  11:07 WIB
4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beli Asuransi Kesehatan
Ilustrasi - thisisaustralia.com

Bisnis.com, SOLO - Belakangan sedang ramai kasus nasabah merasa dirugikan oleh perusahaan asuransi besar. Mereka merasa nilai premi yang telah dibayarkan secara rutin tak sepadan dengan nilai klaim yang bisa didapat.

Teranyar, kasus tersebut dikeluhkan oleh artis sekaligus politisi Wanda Hamidah. Lewat akun Instagram-nya, Wanda yang sudah memegang polis asuransi kesehatan Prudential Indonesia sejak 2009 merasa ditipu lantaran manfaat pembedahan yang diterimanya hanya bernilai Rp10 juta.

"[Padahal] operasi anak saya diperkirakan memakan biaya kurang lebih Rp50- 60 juta. Anda tau berapa yang mau dicover Prudential? Rp10 juta saja saudara-saudara. Kalau 10 aja yang dicover ga perlu asuransi deh. huhuhu. Gw ngerasa di scam! Ditipu abis-abisan," tulis Wanda, dikutip pada Selasa (12/10/2021).

Nah, berangkat dari kasus tersebut, berikut sejumlah hal yang harus Anda perhatikan sebelum membeli produk asuransi kesehatan.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Former Head of Sequis Digital Channel, Evan Tanotogono, mengatakan bahwa sebelum membeli produk asuransi hendaknya ketahui dahulu apa saja yang layanan yang dibutuhkan. Dalam konteks asuransi kesehatan, pertimbangkan apakah Anda juga membutuhkan cover rawat jalan dan perawatan gigi, atau cukup rawat inap saja.

“Pertama, kita harus melihat kebutuhan kita. Berapa yang akan kita [rela untuk keluarkan] willing to spend untuk membeli,” ucap Evan kepada Bisnis.

2. Cek penawaran dari produk asuransi terkait

Jangan langsung menyetujui untuk membeli sebuah produk asuransi hanya karena harganya murah. Pastikan Anda mengecek ulang penawaran yang ada, misalnya saja jenis-jenis penyakit yang ditanggung dan tidak, area penanggungan (apakah mencakup dalam negeri atau hingga luar negeri), serta apakah biaya perawatan ditanggung sesuai billing rumah sakit atau hanya diberi santunan rawat harian.

Lebih lanjut, jika perlu Anda bahkan boleh saja membandingkan penawaran asuransi yang masuk dengan asuransi lainnya dengan mempertimbangkan harga dan fasilitas yang didapatkan.

“Karena asuransi merupakan produk yang butuh komitmen. Bukan produk yang sekali beli selesai, tapi ini adalah produk yang jangka panjang maka dari itu pelajari hal asuransi,” jelas Evan saat masih menjabat sebagai Head of Sequis Digital Channel.

3. Pastikan perusahaan asuransi terpercaya

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pastikan perusahaan yang dipilih adalah perusahaan asuransi terpercaya dan jauh dari track record negatif, apalagi pernah terseret isu gagal bayar.

"Pilih yang bonafide, artinya track record panjang, manajemennya bagus, dan ada namanya risk based capital [RBC] harus di atas 125 persen. Jadi sebelum masuk, pastikan dulu. Karena para perusahaan yang gagal bayar itu sebenarnya sempat kelihatan dari kinerja tahun-tahun sebelumnya, mereka sudah ada tanda-tanda penurunan RBC," ucap Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan International Association of Register Financial Consultant (IARFC) Indonesia, Aidil Akbar Madjid, kepada Bisnis.

4. Agen berlisensi

Tak hanya memperhatikan perusahaannya, pastikan pula jika agen yang menjadi penghubung atau menawarkan asuransi kepada Anda memiliki lisensi. Aturan tersebut pun telah tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

“Jadi, setiap orang yang mau menjual asuransi di indonesia wajib mendapatkan lisensi dari asosiasinya,” ucap Chief Corporate Affairs Officer Axa Indonesia, Benny Waworuntu, kepada Bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi kesehatan
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top