Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei BI: DPK Meningkat, Kredit Bank Tumbuh 8,7 Persen pada 2022

Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan dana pihak ketiga dan laju penyaluran kredit akan tumbuh positif pada tahun ini.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  19:31 WIB
Kantor Bank Indonesia - Ilustrasi/Bisnis
Kantor Bank Indonesia - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melihat dana pihak ketiga dan laju penyaluran kredit pada 2022 akan tumbuh positif seiring optimisme pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Survei Perbankan yang dipublikasikan oleh BI, Jumat (21/1/2022), responden memprakirakan outstanding kredit 2022 dapat tumbuh positif sebesar 8,7 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit 2021 sebesar 5,2 persen yoy.

“Responden menyampaikan bahwa prakiraan kinerja penyaluran kredit tahun 2022 didukung oleh optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit,” tulis laporan tersebut.

Kendati demikian, survei itu melihat bahwa laju penyaluran kredit baru pada kuartal I/2022 akan tumbuh melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan permintaan kredit baru yang melambat.

Pada pada kuartal I/2022, SBT prakiraan permintaan kredit baru akan menjadi 52,0 persen. Lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 87,0 persen.

Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun ini diproyeksi meningkat dibandingkan tahun 2021. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan penghimpunan DPK tahun ini sebesar 93,8 persen, lebih tinggi dari 2021 yakni 78,5 persen.

Survei BI menyebutkan optimisme terhadap proyeksi pertumbuhan DPK itu dipengaruhi oleh faktor kondisi likuiditas bank, serta meningkatnya fasilitas dan pelayanan jasa bank.

Pada kuartal I/2022, penghimpunan DPK diprakirakan tumbuh positif meski tidak setinggi kuartal sebelumnya. Perlambatan ini sebagaimana terindikasi dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 17,4 persen, lebih rendah dibandingkan 78,5 persen pada kuartal IV/2021.

Pertumbuhan DPK diperkirakan terjadi pada seluruh jenis instrumen, dengan SBT tertinggi pada tabungan sebesar 87,0 persen, diikuti giro serta deposito masing-masing 18,8 persen dan 2,9 persen, meski capaian ketiganya melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia dpk penyaluran kredit
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top