Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Muamalat Gulirkan Diskon Penyelesaian Pembiayaan Nasabah PKPA

Bank Muamalat memberikan keringanan penyelesaian pembiayaan kepada nasabah, yang termasuk dalam Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Aset (PKPA), dalam sebulan ke depan.
Pengendara melintas di depan logo Bank Muamalat di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Bisnis/Abdurachman
Pengendara melintas di depan logo Bank Muamalat di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. memberikan keringanan penyelesaian pembiayaan kepada nasabah, yang termasuk dalam Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Aset (PKPA).

Corporate Secretary Bank Muamalat Hayunaji mengatakan perseroan memberikan solusi dan keringanan atas penyelesaian pembiayaan nasabah, melalui crash program yaitu pemberian diskon atau insentif terkait pelunasan pembiayaan yang dipercepat.

“Program ini dimulai dari tanggal 2 Februari 2022 sampai dengan tanggal 2 Maret 2022 dan dapat diikuti oleh seluruh nasabah Bank Muamalat yang memenuhi persyaratan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/2/2022).

Adapun persyaratan tersebut adalah nasabah Bank Muamalat dimaksud adalah nasabah yang termasuk dalam Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Aset (PKPA).

Selain itu, nilai kewajiban nasabah Bank Muamalat lebih kecil atau sama dengan Rp5 miliar dan pelunasan kredit dengan diskon serta jangka waktu tertentu satu bulan.

Hayunaji menuturkan bagi nasabah yang memenuhi persyaratan dan ingin memanfaatkan kesempatan ini dapat menghubungi cabang pembukaan rekening pembiayaan Bank Muamalat, SalaMuamalat di nomor WA 0812-8065-1800 atau email ke alamat [email protected].

Di sisi lain, Bank Muamalat yang saat ini dikendalikan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berencana memperkuat dana pihak ketiga (DPK) dengan fokus menghimpun dana murah atau current account and saving account (CASA) pada 2022.

Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana menyatakan upaya itu dilakukan sejalan dengan target perseroan yang juga akan menyasar pertumbuhan penyaluran kredit berisiko rendah pada 2022.

“Rasio CASA kami, yang sebelumnya sekitar 40 persen kini menjadi 60 persen, akan kami naikkan lagi menjadi 65 persen. Untuk rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing akan terus kami pertahankan,” ujarnya. 

Permana juga menyatakan bahwa penyaluran pembiayaan Bank Muamalat sepanjang tahun ini diharapkan tumbuh 15 persen hingga 20 persen. Target pembiayaan itu akan difokuskan untuk membidik pasar muslim di Tanah Air.

Peningkatan itu seturut dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Muamalat yang semakin kuat. Perseroan mengklaim CAR akan tembus ke level 30 persen apabila sederet aksi korporasi telah rampung.

Sebagaimana diketahui, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebagai pemegang saham mayoritas Bank Muamalat akan menginjeksi dana senilai Rp3 triliun. sebanyak Rp1 triliun akan dikucurkan melalui rights issue, sementara Rp2 triliun melalui sukuk subordinasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper