Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Naik 4,9 Persen, Kredit Perbankan Capai Rp5.755,5 Triliun pada Desember 2021

Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit perbankan pada Desember 2021 terus menunjukkan tren positif.
Layanan mobil keliling penukaran uang baru untuk Ramadan dan Lebaran oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Barat pada 21 Mei 2019 lalu. Bisnis/Noli Hendra
Layanan mobil keliling penukaran uang baru untuk Ramadan dan Lebaran oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Barat pada 21 Mei 2019 lalu. Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Desember 2021 terus menunjukkan tren positif.

BI dalam laporan Analisis Perkembangan Uang Beredar (M2), Senin (24/1/2022), menyampaikan penyaluran kredit pada Desember 2021 tercatat sebesar Rp5.755,7 triliun, tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yakni sebesar 4,4 persen yoy. 

Terdapat akselerasi penyaluran kredit kepada korporasi sebesar 1,2 persen pada Desember 2021, meningkat dari 0,9 persen yoy pada bulan sebelumnya,” jelas laporan tersebut, dikutip Minggu (6/2/2022). 

Di sisi lain, kredit kepada perorangan tercatat tumbuh stabil. Kredit tersebut tumbuh sebesar 8,4 persen yoy pada Desember 2021, sedangkan per November juga tumbuh 8,4 persen yoy. 

Adapun, kredit kepada korporasi mengalami kenaikan sebesar 1,2 persen yoy per Desember 2021, sedangkan per November tumbuh 0,9 persen yoy. 

BI juga mencatat peningkatan penyaluran kredit per Desember 2021, terutama terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi (KK). Sementara itu, Kredit Investasi (KI) tercatat tumbuh melambat.

KMK kembali tumbuh terakselerasi, dari 5,0 persen yoy pada November 2021 menjadi 6,1 persen yoy pada Desember 2021, terutama di sektor Industri Pengolahan, serta sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan,” jelasnya.

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) pada Desember 2021 mengalami pertumbuhan yang melambat, dari 3,5 persen yoy pada bulan sebelumnya menjadi 3,2 persen yoy.

BI menjelaskan, perlambatan penyaluran KI terutama terjadi pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan, serta sektor Industri Pengolahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper