Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Multifinance Sepeda Motor Racik Strategi Garap Peluang Baru di 2022

Kendati proyeksi penjualan sepeda motor masih dipatok hanya tumbuh secara konservatif, para leasing pemain kredit motor mengaku melihat banyak peluang yang bisa digarap.
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan (multifinance/leasing) yang bermain di kredit sepeda motor mengaku lebih optimis terhadap kinerja sepanjang 2022, kendati masih ada sejumlah tantangan akibat ketidakpastian kondisi perekonomian nasional.

Direktur Utama PT Federal International Finance (FIFGroup) Margono Tanuwijaya sepakat bahwa pembiayaan sepeda motor masih akan tertahan akibat beberapa isu, seperti potensi gejolak dari varian baru Covid-19, terbatasnya komponen kendaraan dampak konflik geopolitik, serta penurunan daya beli masyarakat akibat ancaman inflasi.

Namun, kendati nilai penjualan dan pembiayaan sepeda motor masih belum bisa kembali seperti periode 2019, setidaknya muncul peluang-peluang baru yang bisa digarap para pemain.

Terlebih, pada pandemi dua tahun belakangan, banyak masyarakat melego kendaraannya untuk bertahan hidup, sehingga ada potensi mereka mengajukan kredit kendaraan lagi ketika kondisi perekonomiannya sudah lebih stabil.

"Sejak awal tahun [2022] permintaan kredit sepeda motor sudah lebih baik walaupun belum seperti level 2019. Kami lihat ini karena pola penanganan pandemi semakin oke. Selain itu, kegiatan terkait komoditas di luar Jawa bikin perekonomian di sekitar kawasan pulih dengan cepat. Ada peluang besar di sana," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (13/3/2022).

Sebagai informasi, multifinance bagian Grup Astra (ASII) yang berperan besar buat kredit sepeda motor merek Honda di Tanah Air ini menyalurkan Rp31,83 triliun sepanjang 2021, di mana 66 persen merupakan kontribusi produk pembiayaan sepeda motor baru atau sekitar Rp21 triliun.

Sebagai perbandingan, pada 2020 produk kredit motor FIFGroup hanya Rp19,2 triliun dari total pembiayaan Rp30,1 triliun. Sementara pada 2019, nilainya Rp26,5 triliun dari total pembiayaan Rp39,11 triliun.

Margono menjelaskan bahwa pola penanganan pandemi, terutama berkaitan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), berpengaruh besar terhadap kondisi perekonomian debitur leasing di Pulau Jawa. Porsinya dalam pembiayaan FIFGroup mencapai 60 persen.

Adapun, moncernya pengaruh kenaikan harga komoditas tambang dan perkebunan juga menjadi momentum yang akan dioptimalkan FIFGroup, menilik banyak debitur di luar Jawa menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut.

Apabila pasar sepeda motor Jawa dan luar Jawa pulih secara bersamaan, Margono optimistis total pembiayaan FIFGroup bisa naik di kisaran 10 persen (yoy) pada akhir tahun nanti.

Sebagai informasi, berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2021, outstanding pembiayaan sepeda motor senilai Rp64,97 triliun tengah berada dalam tren perbaikan dari titik terendahnya di Agustus 2021 yang hanya senilai Rp62,9 triliun.

Sebagai perbandingan, sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, outstanding sepeda motor industri multifinance rata-rata selalu bisa berada di atas Rp80 triliun setiap bulannya.

Sementara itu, proyeksi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), di mana penjualan pada 2022 bisa mencapai 5,1 juta sampai 5,4 juta unit. Naik secara konservatif dari capaian 2021 di 5,05 juta unit, namun sudah lebih baik dari capaian era pandemi yang hanya 3,6 juta unit saja.

Direktur Bisnis PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) Christel Lasmana pun optimistis bahwa proyeksi AISI bisa terwujud, sehingga target perseroan membidik pertumbuhan pembiayaan ke Rp6,8 triliun atau 35 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan 2021 pun masih relevan.

Sebagai gambaran, MFIN tahun lalu merealisasikan pembiayaan Rp5 triliun, di mana 90 persen diantaranya disumbang pembiayaan sepeda motor dengan porsi 50:50 untuk baru dan bekas dari berbagai merek dan pabrikan.

"Kami menyelaraskan ambisi bisnis tahun ini dengan proyeksi AISI. Kami berharap besar pembiayaan motor baru Mandala di 2022 bisa memberikan kontribusi yang selaras dengan proyeksi pertumbuhan penjualan AISI tersebut. Tapi, asumsi komposisi pembiayaan masih mirip seperti tahun sebelumnya," jelasnya kepada Bisnis.

Christel menjelaskan bahwa porsi pembiayaan sepeda motor baru dan bekas masih akan seimbang, karena 50 persen debitur MFIN berada wilayah Indonesia Timur. Setelah itu, disusul Sumatra dan Kalimantan, bahkan justru pembiayaan di Jawa hanya mengambil porsi kecil, karena ketatnya kompetisi dengan para multifinance sepeda motor lain.

Namun demikian, di tengah strategi para kompetitor yang masih selektif sehingga hanya membidik target konservatif, Christel meyakini bahwa momentum ini justru mampu membawa MFIN merebut pangsa pasar mereka, terutama untuk kawasan pedesaan dan kota/kabupaten Tier II dan Tier III.

Terakhir, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) pun optimistis porsi pembiayaan sepeda motor masih akan menjadi andalan, walaupun perseroan tengah mencoba strategi anyar, yaitu memperbesar porsi pembiayaan mobil baru.

Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif menjelaskan bahwa strategi tersebut diambil karena mobil berpeluang besar membawa perbaikan total piutang pembiayaan. Terlebih, porsi portofolio mobil dan motor ADMF sudah hampir 50:50 dibandingkan sebelum pandemi, di mana motor selalu mendominasi di atas 60 persen.

Secara terperinci, dari total pembiayaan baru ADMF senilai Rp25,9 triliun pada 2021, porsi pembiayaan khusus sepeda motor mencapai Rp13,4 triliun. Terdiri dari motor baru Rp9,41 triliun atau tercatat naik 34,8 persen (yoy), sementara motor bekas Rp1,7 triliun tercatat naik 13 persen (yoy).

Khusus pembiayaan sepeda motor baru, jumlah unitnya mencapai kisaran 467.000. Separuhnya dari brand Honda (332.000 unit), disusul Yamaha (113.000 unit), Kawasaki (9.000 unit), lain-lain (11.000 unit), dan Suzuki (1.000 unit).

Sebagai perbandingan, ADMF bisa membiayai 765 unit sepeda motor baru senilai Rp14,9 triliun pada 2019, namun kemudian anjlok ke 348 unit senilai Rp6,98 triliun saja pada 2020 karena terdampak pandemi.

Leasing bagian Grup MUFG karena merupakan anak usaha langsung PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) ini mengaku mencoba melanjutkan tren pertumbuhan total pembiayaan ke kisaran 25 persen (yoy), dengan proyeksi produk mobil dan motor sama-sama naik secara beriringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper