Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memasuki 2022, Industri Multifinance Lanjutkan Tren Pemulihan

Nilai piutang pembiayaan industri multifinance tercatat tumbuh tipis sebesar 0,3 persen secara tahunan pada Januari 2022, serta mempertahankan tren terus naik sejak awal kuartal IV/2021.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 03 Maret 2022  |  16:23 WIB
Memasuki 2022, Industri Multifinance Lanjutkan Tren Pemulihan
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan tren perbaikan kinerja industri pembiayaan alias multifinance sebagai gambaran stabilitas industri keuangan non-bank (IKNB) pada awal periode 2022.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkap hal ini dalam keterangan resmi OJK terkait stabilitas sektor jasa keuangan per Januari 2022, dirilis Rabu (2/3/2022).

"Januari 2022 piutang pembiayaan industri pembiayaan dalam tren peningkatan menjadi sebesar Rp367 triliun," ujar Anto, dikutip Kamis (3/3/2022).

Mengacu pada statistik OJK, nilai piutang pembiayaan bersih ini tercatat tumbuh tipis 0,3 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan Januari 2021 senilai Rp365,7 triliun, serta mempertahankan tren terus naik sejak awal kuartal IV/2021.

Sebagai pengingat, industri multifinance sebelumnya begitu terdampak lesunya perekonomian akibat pandemi Covid-19, membuat piutang pembiayaan terus menurun sampai titik terendahnya pada Agustus 2021 senilai Rp358,78 triliun, sebelum akhirnya mulai rebound dan ditutup Rp364,23 triliun pada Desember 2021.

OJK sempat memproyeksi apabila daya beli masyarakat dan pelaku usaha pulih dampak meredanya pandemi Covid-19, piutang pembiayaan industri multifinance berpotensi tumbuh sekitar 12 persen (yoy) pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mematok target konservatif piutang pembiayaan tumbuh 6-8 persen pada akhir 2021, mewaspadai tekanan munculnya varian baru Covid-19, fenomena minat beli kendaraan mulai sepi akibat berakhirnya masa insentif perpajakan, dan goncangan perekonomian nasional akibat geopolitik global.

Adapun, OJK juga mencatat non-performing financing (NPF) industri pembiayaan turun menjadi 3,25 persen dibandingkan 3,53 persen pada akhir 2021, bahkan sempat menembus 4 persen pada Mei 2021.

Begitu pula pada gearing ratio (GR) perusahaan pembiayaan alias jumlah pinjaman atau utang sebagai sumber pendanaan operasional dibandingkan modal sendiri, tercatat hanya 1,95 kali. Masih jauh di bawah batas maksimum 10 kali, dan melanjutkan tren stabil di bawah 2 kali sejak Juli 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan OJK
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top